Penulis: Ridho Dwi Putranto
TVRINews, Jakarta
Pemerintah imbau masyarakat tidak membagikan video korban guna menjaga empati dan situasi tetap kondusif.
Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid meminta kepada masyarakat agar bijak dalam menyebarkan informasi terkait insiden kecelakaan yang melibatkan KRL Commuter Line dan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur pada Senin, 27 April 2026 malam.
Meutya menekankan bahwa dalam situasi musibah seperti ini, tanggung jawab utama terletak pada kesadaran kolektif publik untuk tidak mengeksploitasi konten visual demi kepentingan viralitas.
“Kita sedang berhadapan dengan musibah yang sangat menyesakkan. Saya minta tidak ada yang memanfaatkan, apalagi menyebarkan konten yang justru melukai korban dan keluarganya,” tegas Meutya Hafid kepada wartawan, dikutip Kamis, 30 April 2026.
Risiko Trauma Psikis dan Misinformasi
Menurut Menkomdigi, tidak semua peristiwa tragis layak dikonsumsi secara masif di ruang digital. Ia menyoroti dua risiko besar di balik viralnya video kecelakaan tersebut yakni npenyebaran informasi yang belum terverifikasi (hoaks) dan pengulangan visual mengerikan yang memicu trauma psikologis.
Dampak visual yang terus berulang, kata Meutya, dinilai dapat memperparah luka batin keluarga korban yang sedang berduka.
“Walaupun informasinya benar, kalau terus diulang-ulang, dampaknya bisa sangat buruk secara psikis bagi keluarga,” jelasnya.
Seruan Atas Dasar Kemanusiaan
Menkomdigi mengajak seluruh pengguna media sosial untuk mengedepankan etika dan empati. Ia berharap ruang digital Indonesia tidak dipenuhi dengan konten yang tidak sensitif terhadap sisi kemanusiaan.
"Ini semuanya atas dasar kemanusiaan untuk tidak melakukan sharing yang berlebihan, tidak melakukan sharing yang misinformasi, tidak melakukan hal-hal yang dampaknya tidak baik bagi korban maupun keluarganya,” pungkas Meutya.
Pemerintah melalui Komdigi akan terus memantau peredaran konten negatif di media sosial guna memastikan situasi tetap kondusif bagi pihak keluarga yang tengah tertimpa musibah.
Editor: Redaktur TVRINews





