Trump Ngambek ke Kanselir Merz, Ancam Tarik Pasukan AS di Jerman

viva.co.id
7 jam lalu
Cover Berita

VIVA – Presiden melontarkan ancaman baru bahwa ia mungkin akan mengurangi kehadiran militer AS di Jerman seiring meningkatnya ketegangan dengan Kanselir Jerman Friedrich Merz terkait perang melawan Iran.

"Amerika Serikat sedang mempelajari dan meninjau kemungkinan pengurangan pasukan di Jerman, dengan keputusan yang akan dibuat dalam waktu dekat," kata Trump dalam sebuah unggahan di media sosial dilansir AP, Kamis, 30 April 2026.

Baca Juga :
IHSG Dibuka Menguat Dibayangi Koreksi, Bursa Asia Menguat Sementara Wall Street Masih Lesu
Usai Terlibat di Perang Iran, Kapal Induk Terbesar di Dunia Pulang Kampung ke AS

Merz pada hari Senin mengatakan AS sedang "dipermalukan" oleh kepemimpinan Iran dan mengkritik kurangnya strategi Washington dalam perang tersebut. 

Trump kemudian menyerang Merz dalam sebuah unggahan di media sosial pada hari Selasa, dengan mengatakan bahwa kanselir Jerman "mengira tidak apa-apa bagi Iran untuk memiliki senjata nuklir" dan "tidak tahu apa yang dia bicarakan!"

Merz sebelumnya mengatakan pada hari Rabu bahwa hubungan pribadinya dengan Trump tetap baik, tetapi ia "memiliki keraguan sejak awal tentang apa yang dimulai di sana dengan perang di Iran."

Pada masa jabatan pertamanya, Trump juga berupaya mengurangi pasukan AS di Jerman karena ia mengatakan Jerman terlalu sedikit mengeluarkan anggaran untuk pertahanan. 

Pada Juni 2020, Trump mengumumkan bahwa ia akan menarik sekitar 9.500 dari sekitar 34.500 pasukan AS yang saat itu ditempatkan di Jerman, tetapi proses tersebut sebenarnya tidak pernah dimulai. Presiden Demokrat Joe Biden secara resmi menghentikan rencana penarikan pasukan segera setelah menjabat pada tahun 2021.

AS memiliki beberapa fasilitas militer utama di negara tersebut, termasuk markas besar Komando Eropa AS dan Komando Afrika AS, Pangkalan Udara Ramstein, dan Pusat Medis Regional Landstuhl, rumah sakit Amerika terbesar di luar Amerika Serikat.

Merz bertemu dengan Trump di Gedung Putih pada bulan Maret, hanya beberapa hari setelah AS dan Israel memulai pemboman Iran. Pada saat itu, Merz mengatakan kepada Trump bahwa Jerman ingin bekerja sama dengan AS dalam strategi untuk memastikan rezim Teheran tumbang.

Merz juga menyatakan kekhawatiran bahwa konflik yang berkepanjangan dapat menyebabkan kerusakan besar pada ekonomi global. Kekhawatirannya, semakin meningkat karena AS dan Iran belum mencapai kesepakatan untuk membuka kembali Selat Hormuz, jalur air penting yang dilalui sekitar 20 persen pasokan minyak global dunia sebelum dimulainya perang.  Selat Hormuz telah ditutup secara efektif sejak konflik dimulai pada 28 Februari.

Baca Juga :
Daftar 6 Negara dengan Populasi Orang Kaya Terbanyak di Dunia, Indonesia Masuk?
Trump Serang Kanselir Jerman Usai Sebut AS Dipermalukan Iran: Dia Tak Tahu Apa-apa!
Harga Minyak Dunia Sentuh Rp2 Juta per Barel Usai AS Umumkan Perpanjang Blokade

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Wamendagri Wiyagus Apresiasi Peran Strategis Damkar, Satpol PP, dan Linmas Jaga Stabilitas Daerah
• 6 jam laluviva.co.id
thumb
Indonesia Panen Medali dari Panjat Tebing di Asian Beach Games 2026, Menpora Erick Soroti Perjuangan Atlet
• 5 jam laluliputan6.com
thumb
Bareskrim Sita Aset Rp 15,3 M Keluarga Ko Erwin Bandar Narkoba
• 16 jam laludetik.com
thumb
LPPOM MUI Gelar Festival Syawal 1447 H, Kokohkan Industri Halal dari Hulu hingga Dorong UMKM Semakin Berkelas
• 29 menit lalutvonenews.com
thumb
Polisi Sikat Mafia BBM dan LPG Subsidi di Jatim, Negara Rugi Rp7,5 Miliar
• 3 jam lalurctiplus.com
Berhasil disimpan.