JAKARTA, KOMPAS.TV - Kecelakaan kereta di Bekasi pada Senin (27/4/2026) malam yang menyebabkan sedikitnya 16 orang meninggal dunia, menjadi perhatian Kedutaan Besar (Kedubes) Rusia.
Salah satu korban meninggal dunia adalah karyawan Kompas TV, Nur Ainia Eka Rahmadhyna. Insiden tersebut juga telah melukai sekitar 90 orang lainnya.
Kedubes Rusia menyampaikan belasungkawa atas tragedi kecelakaan kereta tersebut. Mereka juga menyampaikan perhatian, dukungan, dan doa bagi seluruh pihak yang terdampak insiden ini.
“Dalam momen tragis seperti ini, kami memahami betapa rapuh dan berharganya setiap nyawa kita. Kami yakin bahwa ketabahan dan persatuan akan membantu mengatasi dampak bencana ini,” bunyi pernyataan Kedubes Rusia, Rabu (29/4/2026), dikutip dari ANTARA.
Baca Juga: Kanselir Jerman Sebut AS Dipermalukan Iran, Trump Langsung Lakukan Ini
“Kami menyampaikan belasungkawa yang tulus kepada keluarga dan orang-orang terkasih para korban dan turut merasakan kesedihan dan kehilangan yang tak tergantikan,” tambahnya.
Menurut informasi di laman Kementerian Perhubungan (Kemenhub), berdasarkan kronologi awal, insiden kecelakaan bermula saat rangkaian kereta rel listrik (KRL) Commuter Line relasi Bekasi-Cikarang bertabrakan dengan mobil di perlintasan sebidang JPL 85.
Akibat kejadian tersebut, rangkaian KRL harus dievakuasi dan ditetapkan sebagai Perjalanan Luar Biasa (PLB) dengan kode 5181 karena berhenti berdinas dan berjalan di luar jadwal reguler.
Dampaknya, petugas memberhentikan satu rangkaian KRL Commuter Line lainnya dengan kode PLB 5568 yang mengarah ke Cikarang di peron Stasiun Bekasi Timur.
Penulis : Haryo Jati Editor : Edy-A.-Putra
Sumber : Kompas TV, ANTARA
- kedubes rusia
- kecelakaan kereta
- bekasi
- kecelakaan kereta Bekasi
- KRL Commuter Line
- Argo Bromo Anggrek





