Pantau - Pemerintah China akan menerapkan kebijakan tarif nol persen bagi 53 negara Afrika yang memiliki hubungan diplomatik mulai 1 Mei 2026 hingga 30 April 2028 sebagai upaya memperluas kerja sama perdagangan.
Kebijakan tersebut diumumkan di Beijing dan mencakup seluruh negara Afrika yang memiliki hubungan diplomatik dengan China, kecuali Eswatini yang mengakui Taiwan.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Lin Jian mengatakan, "China mencatat adanya harapan yang tulus serta tanggapan positif dari negara-negara Afrika terkait kebijakan tarif nol persen ini."
Perluasan Kebijakan dan Dukungan PerdaganganLin menjelaskan kebijakan ini merupakan perluasan dari program sebelumnya yang hanya mencakup 33 negara kurang berkembang di Afrika.
Ia menyebut, "Hal ini menunjukkan kesediaan China untuk memikul lebih banyak kewajiban internasional dan secara bertahap memperluas keterbukaan yang berstandar tinggi."
Kebijakan tarif nol persen berlaku untuk produk dalam kuota (in-quota), sementara tarif di luar kuota tetap diberlakukan sesuai ketentuan.
Dorong Investasi dan Kerja Sama China-AfrikaPemerintah China menilai kebijakan ini akan membuka peluang lebih luas bagi produk Afrika untuk masuk ke pasar domestik China serta meningkatkan kesejahteraan kedua pihak.
Lin mengungkapkan, "Kebijakan ini akan memungkinkan lebih banyak produk berkualitas dan khas dari Afrika untuk menjangkau banyak rumah tangga di China."
Selain itu, kebijakan ini juga diharapkan mendorong investasi, integrasi perdagangan, serta penguatan industri di negara-negara Afrika.
China juga berkomitmen melanjutkan perjanjian kemitraan ekonomi dan membuka jalur hijau untuk impor produk pertanian Afrika guna mempercepat arus perdagangan.




