Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengeklaim pemerintah terus menjaga sektor swasta untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Purbaya Yudhi Sadewa Menteri Keuangan (Menkeu) mengatakan, sekarang ekonomi Indonesia ditopang konsumsi, investasi serta perdagangan.
“Maka dari itu, kami akan terus jaga sektor swasta agar terus tumbuh, salah satunya dengan satgas P2SP (Satuan Tugas Percepatan Program Strategi Pemerintah) atau debottlenecking,” katanya pada Dialog Kebangsaan Sespimti Polri dengan topik ‘Pengaruh Konflik AS-Israel vs Iran Terhadap Ekonomi Indonesia dan Dampaknya Terhadap Keamanan Dalam Negeri’ di Lembang, Bandung.
Kementerian Keuangan dan Polri juga bekerja sama menjaga kepastian sektor swasta dan investasi hingga ke
daerah-daerah. Purbaya meminta masyarakat aktif melaporkan hambatan dalam berbisnis atau berinvestasi di Indonesia. Sehingga persoalan bisa langsung ditindaklanjuti aparat penegak hukum.
Di sisi lain, Menkeu juga memastikan tidak akan ada kenaikan tarif pajak atau pajak baru dalam waktu tepat.
“Khususnya sebelum kondisi ekonomi dan daya beli masyarakat membaik yang ditandai dengan pertumbuhan ekonomi di kisaran kurang lebih 6 persen. Fokus pemerintah saat ini adalah meningkatkan kepatuhan dan menutup kebocoran pajak, bukan menaikkan tarif,” katanya, Kamis (30/6/2026).
Sebelumnya pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II 2026 bisa mencapai 5,7 persen. Karena pemerintah masih memiliki waktu untuk mendorong aktivitas ekonomi karena periode kuartal II baru berjalan hingga April dan masih menyisakan Mei serta Juni
“Kami akan dorong ke sana (5,7 persen). Ini kan April belum habis. Masih ada Mei dan Juni. Nanti begitu April datanya jelas, kami lihat, kami akan kasih dorongan lagi ke ekonomi,” ujar Purbaya.
Sementara Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan bakal menembus angka 28.000 pada 2029-2030. Katanya kunci menaikkannya adalah menjaga pertumbuhan ekonomi.
“Itu saya bilang bisa empat tahun kali. Bisalah 28.000. Mereka bilang itu Purbaya gila. Coba kalau Anda lihat tahun 2002, kan indeks 200-an. 2009 ada berapa? 2.500. 10 kali naik ya. Jadi itu bukan hal yang tidak mungkin kalau kita kembangkan pertumbuhan ekonomi yang baik dan itu pasti akan terjadi,” jelasnya.(lea/ipg)




