Jakarta: Tragedi kecelakaan maut di Stasiun Bekasi Timur memicu perbincangan serius mengenai standar keamanan posisi penumpang di dalam kereta. Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi, secara resmi meminta penempatan gerbong khusus perempuan di Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter Line untuk segera dievaluasi.
Dalam usulannya, Arifah menyarankan agar posisi gerbong perempuan digeser ke bagian tengah rangkaian kereta, sementara gerbong laki-laki ditempatkan di posisi depan dan belakang.
"Kami mengusulkan agar ke depan gerbong perempuan ditempatkan di bagian tengah rangkaian kereta, sementara gerbong laki-laki berada di bagian depan dan belakang," ujar Arifah Fauzi.
Usulan tersebut didasari oleh pertimbangan teknis mengenai titik aman pada sebuah rangkaian kereta.
Baca Juga :
Posisi Gerbong KRL Tak Berubah! Ini 4 Alasan Gerbong Wanita Sudah SesuaiBiasanya, kecelakaan kereta api akan memberikan dampak kerusakan paling parah pada gerbong pertama dan gerbong paling belakang.
Kedua posisi ujung tersebut sering kali mengalami perubahan bentuk atau kerusakan struktur akibat tekanan besar (Deformasi) atau bahkan keluar dari jalur rel.
Baca Juga :
Gerbong Perempuan Disorot Usai Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur, Ini Posisi Relatif AmanDengan memindahkan kelompok rentan ke posisi tengah, stabilitas penumpang saat terjadi guncangan hebat dapat lebih terjaga.
Usulan ini kini menjadi pertimbangan penting bagi otoritas perkeretaapian dan PT Kereta Api Indonesia (KAI) guna meningkatkan standar keselamatan transportasi publik di masa depan.
Jangan lupa saksikan MTVN Lens lainnya hanya di Metrotvnews.com.
(Muhammad Fauzan)




