Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku bersama Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 40 Ambon menanam 100 bibit mangrove di pesisir Poka, Teluk Ambon untuk menjaga ekosistem pesisir.
Menurut Kepala Dinas Sosial Maluku Affandy Hasanusi, kegiatan tersebut juga menjadi sarana edukasi lingkungan bagi generasi muda.
Advertisement
"Penanaman mangrove ini bukan hanya kegiatan simbolis, tetapi merupakan investasi jangka panjang bagi perlindungan pesisir. Apa yang dilakukan siswa SRMA 40 hari ini adalah bentuk cinta tanah air yang paling nyata. Saat kita menjaga laut, kita sedang menjaga hidup banyak orang," ujar Affandy, melansir Antara, Kamis (30/4/2026).
Dia menjelaskan kawasan Teluk Ambon memiliki peran penting sehingga keberadaan mangrove perlu dijaga secara berkelanjutan. Menurut Affandy, mangrove berfungsi sebagai pelindung alami dari abrasi, penahan gelombang, serta habitat berbagai biota laut.
"Teluk Ambon adalah kawasan yang harus dijaga bersama. Mangrove membantu menahan sedimentasi, melindungi garis pantai, dan menjadi tempat berkembang biaknya ikan. Ini sangat penting bagi keberlanjutan ekonomi masyarakat pesisir," terang dia.



