Lokakarya UI GreenMetric di UIN Sunan Kalijaga: Ketua UGEC Unismuh Paparkan Strategi Kampus Hijau

harianfajar
7 jam lalu
Cover Berita

FAJAR, MAKASSAR — Ketua Unismuh Global Excellence Center (UGEC), Prof. Hartono Bancong, menegaskan bahwa penguatan konsep kampus hijau tidak hanya berkaitan dengan penataan fisik lingkungan, tetapi juga merupakan bagian dari strategi besar Universitas Muhammadiyah Makassar dalam menuju perguruan tinggi bereputasi internasional.

Hal tersebut disampaikan Prof. Hartono saat menjadi pemateri dalam Lokakarya UI GreenMetric untuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) 2026 yang digelar di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Rabu, 29 April 2026.

Dalam kegiatan tersebut, ia membawakan materi pada sesi “Managing Setting and Infrastructure, Energy and Climate Change, and Waste in Sustainable Universities”, dengan fokus pada topik Setting and Infrastructure.

Menurut Prof. Hartono, pengalaman Unismuh Makassar dalam pemeringkatan UI GreenMetric menunjukkan bahwa pembangunan kampus berkelanjutan harus didukung oleh tata kelola yang terukur. Hal ini mencakup penyediaan ruang terbuka hijau, pengelolaan vegetasi, efisiensi penggunaan air, infrastruktur kesehatan, fasilitas bagi difabel, serta aspek keamanan dan keselamatan kampus.

Ia mengungkapkan, Unismuh Makassar mencatat skor 1.425 pada indikator Setting and Infrastructure serta menempati peringkat keempat secara nasional pada kategori tersebut.

Lebih lanjut, Prof. Hartono menjelaskan bahwa arah pengembangan Unismuh Makassar mengusung konsep Green Islamic Futuristic atau I-GIFt Campus. Konsep ini mengintegrasikan nilai-nilai ramah lingkungan, kehidupan Islami, serta orientasi masa depan sebagai identitas pembangunan kampus.

“Bagi Unismuh, kampus hijau bukan sekadar menanam pohon atau memperindah lingkungan. Ini adalah cara berpikir, cara mengelola, dan upaya menghadirkan ruang belajar yang sehat, inklusif, aman, serta berdaya saing global,” ujarnya.

Lokakarya nasional tersebut berlangsung pada 29–30 April 2026 dengan mengangkat tema integrasi UI GreenMetric dalam mewujudkan kampus hijau berbasis ekoteologi. Kegiatan ini diikuti ratusan perguruan tinggi keagamaan Islam dari berbagai daerah, termasuk Universitas Muhammadiyah Makassar.

Prof. Hartono menambahkan, capaian Unismuh dalam UI GreenMetric merupakan bagian dari peta jalan universitas periode 2024–2028 untuk menjadi research and international reputable university. Pada fase ini, Unismuh menempatkan daya saing global sebagai fokus utama, dengan indikator seperti THE University Rankings, QS University Rankings, dan UI GreenMetric.

Ia berharap forum ini menjadi ruang kolaborasi antarperguruan tinggi Islam dalam memperkuat praktik keberlanjutan. Menurutnya, perguruan tinggi keagamaan memiliki modal etik dan spiritual yang kuat untuk mendorong agenda lingkungan.

“Ekoteologi harus diwujudkan dalam praktik nyata di kampus. Nilai-nilai agama perlu tercermin dalam kebijakan, desain ruang, pengelolaan energi, air, sampah, transportasi, hingga riset dan pengabdian kepada masyarakat,” tuturnya.

Melalui lokakarya ini, Prof. Hartono menegaskan komitmen Unismuh Makassar untuk terus memperkuat tata kelola kampus berkelanjutan, tidak hanya demi pemeringkatan, tetapi juga sebagai warisan institusional bagi generasi akademik di masa depan. (wis)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Hisense Berkolaborasi dengan "Phantom Blade Zero", Hadirkan Pengalaman Gim RGB Generasi Baru
• 21 jam laluantaranews.com
thumb
Prabowo Groundbreaking 13 Proyek Hilirisasi Nasional Tahap II Senilai Rp 116 T
• 4 jam lalukumparan.com
thumb
Petra Mengajar V Bantu Pendidikan Anak Prasejahtera di Surabaya
• 20 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Menteri PKP Ungkap Alasan Dirjen PKP Azis Andriansyah Mundur dari Jabatannya
• 21 jam lalujpnn.com
thumb
Pemerintah Siapkan Pemerataan Pusat Data ke Timur Indonesia
• 22 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.