Militer Israel Cegat Kapal Bantuan Ke Gaza

tvrinews.com
7 jam lalu
Cover Berita

Penulis: Fityan

TVRINews – Mediterania

Pasukan bersenjata menyita tujuh kapal bantuan di perairan internasional dekat Pulau Kreta saat menuju Gaza.

Pasukan militer Israel melakukan operasi pencegatan terhadap iring-iringan kapal bantuan kemanusiaan Global Sumud Flotilla di perairan internasional Laut Mediterania, Kamis 39 April 2026 waktu setempat. 

Operasi yang melibatkan drone, teknologi pengacau komunikasi, dan satuan khusus bersenjata tersebut dilakukan saat armada bantuan ini sedang berlayar menuju Jalur Gaza yang diblokade.

Pihak penyelenggara misi bantuan melaporkan bahwa militer Israel menggunakan kapal cepat untuk mendekati armada mereka. 

Dalam keterangannya, perwakilan Global Sumud Flotilla menyatakan bahwa para peserta aksi dipaksa berada di bawah ancaman senjata otomatis.

"Kapal kami didekati oleh kapal militer cepat yang mengidentifikasi diri sebagai 'Israel'. Mereka mengarahkan laser dan senjata serbu semi-otomatis, memerintahkan peserta untuk maju ke bagian depan kapal dan berlutut," tulis pernyataan resmi misi bantuan tersebut melalui media sosial.

Radio Angkatan Darat Israel mengonfirmasi bahwa pasukan mereka telah mulai mengambil kendali atas kapal-kapal bantuan tersebut. 

Dari total 58 kapal yang tergabung dalam armada, tujuh di antaranya dilaporkan telah disita di wilayah perairan dekat Pulau Kreta, Yunani.

Duta Besar Israel untuk PBB, Danny Danon, menegaskan bahwa operasi tersebut dilakukan sebelum armada mencapai zona teritorial mereka. Ia menyebut para aktivis tersebut sebagai "kelompok penghasut yang mencari perhatian".

Pelanggaran Hukum Internasional

Operasi di tengah laut ini memicu kecaman keras dari pihak penyelenggara. Gur Tsabar, juru bicara Global Sumud Flotilla, menyebut tindakan tersebut sebagai serangan langsung terhadap warga sipil yang tidak bersenjata.

“Ini adalah serangan nyata terhadap kapal sipil di perairan internasional. Israel tidak memiliki yurisdiksi di perairan ini. Menaiki kapal-kapal ini sama saja dengan penahanan ilegal, bahkan penculikan di laut lepas,” ujar Tsabar kepada Al Jazeera.

Tsabar menambahkan bahwa insiden ini terjadi ratusan mil dari wilayah Israel. Ia mendesak pemerintah di seluruh dunia untuk segera bertindak demi melindungi lebih dari 400 warga sipil yang berada di atas kapal.

Taktik Perang Psikologis

Tariq Ra’ouf, seorang aktivis dan penulis yang berada di salah satu kapal, menggambarkan situasi mencekam saat komunikasi mulai terputus. 

Menurutnya, militer Israel menggunakan taktik pengacauan frekuensi radio dengan memutar musik secara terus-menerus sebagai bentuk tekanan psikologis.

"Drone mengelilingi kami dan menembakkan lampu kilat. Kami menerima pesan melalui radio yang menyatakan bahwa kami melanggar hukum internasional dan harus berhenti. Padahal, posisi kami berada di perairan internasional, jauh dari Gaza," ungkap Ra’ouf.

Laporan dari koresponden Al Jazeera, Jack Barton, menyebutkan bahwa operasi ini dilakukan di titik yang sangat jauh, yakni sekitar 600 mil laut (1.111 km) dari Gaza. Jarak ini jauh melampaui rekor pencegatan sebelumnya yang dilakukan pada jarak 72 mil laut.

Armada bantuan ini berangkat dari Italia pada hari Minggu lalu dengan membawa bantuan kemanusiaan untuk warga Palestina di Gaza. Ini merupakan misi besar setelah insiden serupa pada Oktober lalu, di mana militer Israel juga mencegat puluhan kapal dan menahan ratusan peserta, termasuk tokoh-tokoh internasional.

Hingga berita ini diturunkan, komunikasi dengan 11 kapal bantuan dilaporkan masih terputus, sementara komunitas internasional terus memantau perkembangan keselamatan para relawan di atas kapal.

Editor: Redaktur TVRINews

Komentar
1000 Karakter tersisa
Kirim
Komentar

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Polisi Periksa Sopir Taksi Online Terkait Kecelakaan Kereta di Bekasi
• 23 jam lalutvrinews.com
thumb
Cerita Korban Selamat Kecelakaan KRL: Tubuh Terlempar dan Terhimpit di Tumpukan Penumpang
• 2 jam laluliputan6.com
thumb
Prediksi Bhayangkara FC Vs Persib di BRI Super League: Ujian Awal Berat Maung di Lampung
• 10 jam lalubola.com
thumb
Uber Cup 2026: Indonesia vs Denmark di 8 Besar, Ini Daftar Calon Lawan Pasukan Cipayung
• 21 jam lalukompas.tv
thumb
Pejabat Saling Bantah, Eks Menag Lukman Hakim Sebut Publik Bisa Resah | SATU MEJA
• 17 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.