Yogyakarta: Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta tengah mempercepat penanganan kasus dugaan kekerasan terhadap anak yang terjadi di Daycare Little Aresha. Pemerintah setempat meninjau tempat penitipan anak (TPA) alternatif untuk menampung anak-anak korban tindak kekerasan tersebut.
Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, menyatakan peninjauan dilakukan untuk memastikan keamanan dan kelayakan TPA pengganti.
"Kami lakukan peninjauan (TPA) untuk memastikan daycare yang menjadi tempat penitipan benar-benar aman, berizin, dan memenuhi standar," ujar Hasto Wardoyo di Yogyakarta, Kamis, 30 April 2026.
Hasto menjelaskan telah meninjau TPA Pelangi Anak Negeri Yogyakarta. Anak-anak korban mulai dipindahkan secara bertahap ke lembaga yang memenuhi standar. TPA tersebut dinilai memiliki fasilitas memadai, seperti pengawasan CCTV di setiap ruangan, kondisi ruang yang nyaman, serta jumlah pengasuh yang mencukupi.
"Anak-anak dari daycare sebelumnya kami titipkan secara bertahap, dan saat ini sudah ada tujuh anak yang berada di sini," kata Hasto.
Baca Juga :
Pemkot Yogyakarta Sidak Daycare Pengganti Korban Little Aresha
TPA Pelangi Anak Negeri Yogyakarta disebut telah berizin dan operasionalnya dijalankan sesuai prosedur. Selain itu, Pemkot Yogyakarta juga mengerahkan tenaga profesional untuk mendampingi anak-anak korban.
Hasto mengungkapkan dari total anak yang dipindahkan ke lokasi tersebut, sebagian merupakan anak berkebutuhan khusus atau anak inklusi. Dari tujuh anak, dua di antaranya dalam kondisi perkembangan normal, sementara lima lainnya memerlukan pendampingan khusus. Kelima anak tersebut memiliki kondisi seperti gangguan bicara, autisme, hiperaktif, hingga kondisi neurologis bawaan.
Pemkot Yogyakarta juga telah menyiapkan sedikitnya 15 daycare alternatif bagi para orang tua. Seluruh pembiayaan ditanggung pemerintah hingga akhir semester. Namun, keputusan akhir tempat penitipan anak tetap berada di tangan keluarga.
"Kami sudah menawarkan pilihan daycare kepada orang tua sejak beberapa hari lalu. Tinggal menunggu keputusan mereka. Kapasitas dari 15 daycare ini cukup untuk menampung seluruh anak," ujar Hasto.
Bangunan depan Daycare Little Aresha Kota Yogyakarta. Metrotvnews.com/Ahmad Mustaqim
Sebanyak 104 anak terdata mendapatkan pendampingan psikolog. Pemerintah menyediakan rasio satu psikolog menangani empat hingga lima anak. Selain itu, jumlah dokter anak juga akan ditambah, khususnya yang memiliki keahlian di bidang tumbuh kembang.
Hasto menambahkan penelusuran dampak kekerasan pada anak tidak bisa dilakukan secara instan. Pendekatan ini menjadi tantangan tersendiri, terutama untuk anak yang belum mampu berkomunikasi dengan baik. Karena itu, pendekatan psikologis melalui wawancara mendalam menjadi langkah utama untuk menggali kondisi anak sebelum dan sesudah berada di daycare sebelumnya.
"Kami juga mencari dokter anak yang bersedia menjadi relawan untuk mengawal kondisi kesehatan anak-anak ini. Pendampingan ini penting karena tidak semua dampak bisa langsung terlihat secara medis," ucap mantan Bupati Kulon Progo tersebut.




