Penulis: Ridho Dwi Putranto
TVRINews, Banyumas
Sempat ingin kabur, siswa SRMP 13 Banyumas ini kini pimpin belasan teman dan bidik mimpi jadi pengusaha ternak.
Bagi Wirandanu (13 tahun), pendidikan di Sekolah Rakyat bukan sekadar rutinitas belajar di dalam kelas. Siswa kelas VII Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 13 Banyumas ini melihat sekolah sebagai jembatan untuk mengubah garis hidup dan meraih cita-cita yang lebih tinggi.
Danu, sapaan akrabnya, berasal dari keluarga sederhana di Desa Ketenger, Kecamatan Baturraden, Kabupaten Banyumas. Sejak kecil, ia tumbuh dalam asuhan pamannya yang bekerja sebagai buruh bangunan, sementara ibu kandungnya merupakan penyandang disabilitas mental.
Keterbatasan ekonomi memaksa Danu akrab dengan kerja keras sejak dini. Di luar jam sekolah, ia kerap membantu pamannya mencari rumput untuk pakan kambing.
"Kalau udah libur ya, itu bangun tidur, cuci muka dulu, dan sarapan, terus ngambil arit buat cari rumput, aku nyari di mana, contohnya di kebun. Dari kecil aku udah dirawat di sini, jadi aku anggap lilik (paman) aku itu ya kayak bapak lah," tutur Danu, dikutip Kamis, 30 April 2026.
*Sempat Ingin Kabur hingga Menjadi Pemimpin*
Perjalanan Danu di SRMP 13 tidaklah mulus pada awalnya. Kehidupan asrama yang menuntut kedisiplinan tinggi sempat membuatnya kesulitan beradaptasi, bahkan ia mengaku pernah mencoba kabur. Namun, berkat pendampingan intensif dari para guru, Danu perlahan berubah.
"Kerasa banget (perubahannya), kalau dulu ibadah biasanya, kan ada temen yang rajin salat, aku cuma ngikut, misal maghrib doang, terus kedisiplinan aku, sikap aku (berubah)," ungkapnya.
Perubahan karakter tersebut membawa Danu pada posisi tanggung jawab yang besar. Kini, ia dipercaya oleh teman-temannya menjadi ketua asrama yang memimpin 11 siswa lainnya.
Tugasnya tidak mudah, ia harus memastikan kedisiplinan rekan-rekannya, mulai dari jadwal piket hingga kebersihan asrama.
"Ngingetin (teman) soal piket, terus jangan ada yang masuk asrama pakai sepatu atau sandal, itu diingetin, itu cucian pada numpuk juga harus segera dicuci. Kadang ada hambatan kalau teman sulit diingatkan, tapi saya belajar sabar dan berkomunikasi dengan wali asrama," jelasnya.
*Cita-Cita Menjadi Pengusaha Ternak*
Pengalaman masa kecilnya mencari rumput dan tanggung jawab barunya sebagai pemimpin asrama kini menyatu menjadi sebuah visi masa depan. Danu bercita-cita ingin menjadi pengusaha ternak kambing yang sukses.
Baginya, Sekolah Rakyat gagasan Presiden Prabowo Subianto ini telah memberinya kesempatan yang mungkin tidak didapatkan di lembaga pendidikan biasa.
"Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada Bapak Presiden dan Bapak Menteri Sosial, karena saya bisa diterima di Sekolah Rakyat ini, banyak perubahan dari awal saya datang ke sini, dan sampai saat ini, saya dapatkan ilmu yang banyak," tutur Danu.
Sekolah Rakyat sendiri dirancang untuk memberikan akses pendidikan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu, dengan fokus pada pengembangan karakter, kemandirian, dan keterampilan praktis guna memutus rantai kemiskinan.
Editor: Redaktur TVRINews





