Tanpa pergerakan mereka, mesin revolusi Indonesia tidak akan bergerak hingga ke titik kemajuan seperti saat ini. Mereka bukan sekadar aktivis, melainkan pahlawan yang berdiri tegak di barisan depan melawan kolonialisme hingga kapitalisme modern.
Berikut adalah enam nama penting yang telah menorehkan jejak kuat dalam sejarah gerakan buruh Indonesia: Raden Mas Soerjopranoto Lahir pada 1871 dari kalangan bangsawan, ia memilih mengorganisir buruh daripada menjadi pegawai pemerintah. Ia mendirikan Arbeidsleger (tentara buruh) pada 1918 untuk membantu korban PHK dan memimpin Personeel Fabriek Bond (PFB) yang membuat Belanda kewalahan dengan aksi mogok massalnya, sehingga ia dijuluki sebagai Raja Mogok (De Stakingskoning). Semaoen Lahir pada 1899, mantan juru tulis perusahaan kereta api ini dikenal sebagai orator hebat. Ia memimpin serikat buruh VSTP hingga memiliki 93 cabang dan menulis panduan Penuntun Kaum Buruh (1920) yang menjadi kompas bagi buruh dalam mengorganisir diri secara politik. SK Trimurti Lahir di Boyolali pada 1912, jurnalis ini menjabat sebagai Menteri Perburuhan pada 1947–1948. Ia melahirkan UU No. 33 Tahun 1947 tentang ganti rugi kecelakaan kerja serta UU No. 12 Tahun 1948 yang mengatur jam kerja maksimal dan menetapkan 1 Mei sebagai hari libur nasional di Indonesia.
Baca Juga :
Menyambut Hari Buruh 2026, 7 Rekomendasi Film yang Memotret Perjuangan dan KemanusiaanPeringatan Hari Buruh Nasional pada 1 Mei 2026 ini adalah pengingat bahwa kesejahteraan ekonomi hari ini dibangun di atas peluh dan pengorbanan para tokoh tersebut. Mari jadikan momentum ini untuk mempertegas komitmen dalam menjaga martabat dan hak-hak seluruh pekerja Indonesia.
(Fany Wirda Putri)
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(RUL)




