Produk Rekrutmen Berbasis AI di LinkedIn Diproyeksikan Raup Rp7,82 Triliun pada 2027

idxchannel.com
3 jam lalu
Cover Berita

Realisasi penjualan agen AI di LinkedIn masih sejalur dengan proyeksi USD450 juta pada tahun mendatang.

Produk Rekrutmen Berbasis AI di LinkedIn Diproyeksikan Raup Rp7,82 Triliun pada 2027. (Foto: Istimewa)

IDXChannel—LinkedIn memperkirakan produk rekrutmen berbasis artificial intelligence di platform-nya akan menghasilkan pemasukan sebesar USD450 juta pada tahun depan. Nilai proyeksi ini setara dengan Rp7,82 triliun. 

Melansir Reuters (30/4/2026), platform hiring milik Microsoft ini juga mengemukakan bahwa saat ini realisasi sales tahun berjalan tengah menuju angka yang diproyeksikan. 

Baca Juga:
3 Panduan Memulai Karier Melalui Linkedin untuk Profesional Muda

LinkedIn telah meluncurkan dua produk rekrutmen berbasis artificial intelligence untuk dua segmen. Yakni untuk rekrutmen perusahaan besar (korporasi) dan perusahaan kecil (small business).

Dalam hal ini, LinkedIn menyediakan kecerdasan buatan dalam bentuk agen yang mampu menerima instruksi dari staf rekrutmen dan menjalankan perintah sesuai kebutuhan. Agen AI LinkedIn juga mampu menyisir profil kandidat terbaik untuk diproses. 

Baca Juga:
Inilah Cara Membuat Open to Work di LinkedIn, Kenali Pengertian dan Tujuannya

Sebelum peluncurannya, LinkedIn menguji coba agen AI ini selama nyaris satu tahun. Kini LinkedIn mengklaim bahwa produk kecerdasan buatan ini membantu rekruter menghemat tenaga dan waktu. 

Selain itu, tingkat respons dari kandidat juga lebih tinggi setelah staf rekrutmen menggunakan bantuan agen AI. 

Baca Juga:
6 Cara Mempromosikan Diri di LinkedIn agar Dilirik HRD

“Banyak staf rekrutmen mengatakan separuh kegiatan hariannya adalah tugas-tugas bernilai rendah. Fokus pada konsumen (rekrutmen) itu lebih tepat dibanding berlomba-lomba meluncurkan asisten AI,” tutur CEO LinkedIn Dan Shapero. 

Pengungkapan angka penjualan untuk produk inti LinkedIn bukanlah hal lumrah, sebab sebelumnya Microsoft hanya mengumumkan pertumbuhan penjualan di platform secara keseluruhan tanpa pernah menyebutkan angka perolehan secara jelas. 

Namun, kali ini LinkedIn mengumumkan bahwa produk AI di platform-nya telah menunjukkan angka penjualan yang tidak sedikit. Sebelumnya, sumber pendapatan LinkedIn dikontribusi secara dominan oleh penjualan perangkat digital untuk kebutuhan rekrutmen profesional. 

Kini produk berbasis AI di platform tersebut turut berkontribusi menghasilkan penjualan dan diproyeksikan mampu mencapai USD450 juta pada 2027. 

Sebagai tambahan informasi, LinkedIn adalah platform media sosial sekaligus situs pencarian lowongan kerja yang menghubungkan pencari kerja dan staf rekrutmen secara profesional. Platform ini dimanfaatkan untuk membangun koneksi dan mencari peluang pekerjaan.   


(Nadya Kurnia)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Paul Munster Siapkan Skenario agar Bhayangkara FC Redam Transisi Kilat Persib
• 6 jam lalubola.com
thumb
Harga BBM Kini di Titik Tertinggi dalam 4 Tahun, Ini Dampaknya ke Pemilik Kendaraan
• 20 jam laluviva.co.id
thumb
Drama VAR Panas! Mikel Arteta Ngamuk Usai Arsenal Ditahan Atletico Madrid di Semifinal Liga Champions
• 2 jam lalumedcom.id
thumb
Waspada! Banjir Rob Intai 15 Wilayah Pesisir Indonesia hingga Mei 2026
• 4 jam lalurctiplus.com
thumb
Jadi Dokter Gadungan di Klinik Kecantikan, Mantan Finalis Putri Indonesia Riau Ditangkap
• 19 jam lalutvrinews.com
Berhasil disimpan.