Kimia Farma (KAEF) Balik Rugi Jadi Laba Rp123,6 Miliar di Kuartal I-2026

idxchannel.com
1 jam lalu
Cover Berita

Capaian tersebut tumbuh 197,79 persen atau berbalik dari kerugian sebesar Rp126,4 miliar pada kuartal I-2025.

Kimia Farma (KAEF) Balik Rugi Jadi Laba Rp123,6 Miliar di Kuartal I-2026 (Foto: iNews Media Group)

IDXChannel -  PT Kimia Farma (Persero) Tbk (KAEF) mencatatkan laba bersih Rp123,6 miliar di kuartal I-2026.

Capaian tersebut tumbuh 197,79 persen atau berbalik dari kerugian sebesar Rp126,4 miliar pada kuartal I-2025.

Baca Juga:
Sukses Pangkas Rugi di 2024, Kimia Farma (KAEF) Optimistis Bisnis 2025 Makin Maksimal

Direktur Utama Kimia Farma, Djagad Prakasa Dwialam mengatakan, kunci utama dari pemulihan kinerja perseroan yakni restrukturisasi keuangan yang dijalankan sejak dua tahun lalu disertai transformasi model bisnis.

“Capaian di kuartal I-2026 ini bukan sekadar angka, melainkan bukti nyata bahwa langkahlangkah transformatif yang kami ambil kini mulai membuahkan hasil," katanya dalam keterangan resmi, Kamis (30/4/2026).

Baca Juga:
Gelar RUPS, Kimia Farma (KAEF) Resmi Rombak Jajaran Direksi

Djagad mengungkapkan, dinamika global yang masih diwarnai ketidakpastian, termasuk dampak konflik geopolitik dan perlambatan perekonomian dunia, telah mendorong kenaikan harga bahan baku serta tekanan pada nilai tukar rupiah. 

Di mana sebagian bahan baku masih bergantung pada impor dan berdenominasi mata uang asing. Kondisi ini berpotensi meningkatkan biaya produksi serta menekan margin, khususnya pada produk-produk dengan struktur harga yang lebih rigid, seperti obat program pemerintah.

Baca Juga:
Kimia Farma (KAEF) Bukukan Rugi Rp95 Miliar di Semester I-2025

"Perseroan telah mengantisipasi dinamika tersebut melalui sejumlah langkah strategis yang terukur. Perseroan terus memperkuat pengelolaan biaya secara menyeluruh, baik pada komponen harga pokok produksi maupun biaya operasional, guna menjaga efisiensi dan daya saing," tutur dia.

Sementara itu, laba kotor tumbuh 11,06 persen menjadi Rp824,8 miliar dari Rp742,6 miliar pada  kuartal I-2025. 

Peningkatan ini didorong oleh efisiensi beban pokok penjualan yang berhasil ditekan secara signifikan sebagai hasil dari transformasi rantai pasok.

Adapun perseroan mencatatkan EBITDA Rp153,8 miliar atau tumbuh 61,29 persen dibanding periode yang sama pada kuartal sebelumnya sebesar Rp95,4 miliar. 

(DESI ANGRIAN)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Video: Putin Tawarkan ke Iran Simpan Uranium - Bangkai KRL Ditutup
• 21 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Fadli Zon: Kekayaan Budaya Indonesia Potensi Besar Penggerak Ekonomi Kreatif
• 2 jam lalumatamata.com
thumb
TNI Sebut KKB Sebar Hoax Serang Koramil Dekai hingga Tewaskan Prajurit
• 5 jam laluviva.co.id
thumb
Dua Musim Bersinar Bersama Red Sparks, Megawati Hangestri Siap Kembali Jadi Ancaman di Liga Voli Korea?
• 13 jam lalutvonenews.com
thumb
Pemerintah Pastikan Tak Ada Korban Jiwa Kecelakaan Bus Jamaah Haji di Madinah
• 18 jam lalunarasi.tv
Berhasil disimpan.