Penulis: Lidya Thalia.S
TVRINews, Jakarta
Indonesia menegaskan pentingnya penguatan kemitraan strategis antara ASEAN dan Uni Eropa menjelang 50 tahun hubungan kedua kawasan yang akan diperingati pada 2027.
Hal ini disampaikan dalam press briefing Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia oleh Juru Bicara, Yvonne Mewengkang, Kamis, 30 April 2026.
Ia menjelaskan, Wakil Menteri Luar Negeri RI, Arrmanatha Nasir, telah mewakili Indonesia dalam Pertemuan Menteri ke-25 ASEAN-Uni Eropa yang berlangsung di Brunei Darussalam pada 27–28 April 2026.
Menurut Yvonne, forum tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat kerja sama yang lebih konkret dan berdampak langsung bagi masyarakat di kedua kawasan.
“Indonesia mendorong agar kemitraan ASEAN-Uni Eropa tidak hanya bersifat strategis, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan pelaku usaha,”kata Yvonne dalam keterangan yang diterima tvrinews di Jakarta Pusat, Kamis, 30 April 2026.
Dalam pertemuan tersebut, Indonesia juga menekankan pentingnya menjaga sistem internasional yang terbuka, adil, dan stabil, sekaligus mendorong reformasi tata kelola global agar lebih inklusif dan responsif terhadap tantangan dunia saat ini.
Pertemuan tersebut menghasilkan joint ministerial statement yang memuat sejumlah prioritas kerja sama, antara lain di bidang energi, ketahanan pangan, konektivitas, transformasi digital, maritim, serta perdagangan.
Selain itu, kerja sama ASEAN dan Uni Eropa juga diharapkan dapat semakin diperkuat dalam menghadapi berbagai isu global, termasuk ketidakpastian ekonomi dan dinamika geopolitik.
Indonesia memandang kolaborasi lintas kawasan ini sebagai langkah strategis untuk memperluas peluang ekonomi sekaligus memperkuat stabilitas global melalui kemitraan yang saling menguntungkan.
Editor: Redaktur TVRINews





