Implementasi B50 Diproyeksi Serap Tenaga Kerja hingga 1,9 Juta Orang di 2026

idxchannel.com
5 jam lalu
Cover Berita

Program B50 menjadi salah satu instrumen penting dalam mendorong penciptaan lapangan kerja, khususnya di sektor perkebunan kelapa sawit dan industri turunannya.

Implementasi B50 Diproyeksi Serap Tenaga Kerja hingga 1,9 Juta Orang di 2026. Foto: iNews Media Group.

IDXChannel - Implementasi program mandatori biodiesel B50 tidak hanya berdampak pada sektor energi dan fiskal, tetapi juga berpotensi besar dalam meningkatkan penyerapan tenaga kerja nasional.

Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan dan Pengembangan Usaha BUMN Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Ferry Irawan, menyampaikan jumlah tenaga kerja yang terserap dari program biodiesel diproyeksikan mencapai 1,9 juta orang pada 2026.

Baca Juga:
Selain Pangan, Program B50 Perkuat Peran Strategis Industri Sawit Nasional

"Serapan tenaga kerja, itu di 1,88 juta di tahun 2025 dan dengan dinamika yang ada sekarang, kita harapkan menjadi 1,9 juta tahun 2026," ujarnya dalam acara Implementasi Program Biodiesel B50: Peluang, Tantangan & Strategi Nasional di Jakarta, Kamis (30/4/2026).

Menurutnya, program B50 menjadi salah satu instrumen penting dalam mendorong penciptaan lapangan kerja, khususnya di sektor perkebunan kelapa sawit dan industri turunannya. Peningkatan permintaan bahan baku biodiesel dinilai akan berdampak langsung terhadap aktivitas produksi, distribusi, hingga pengolahan di dalam negeri.

Baca Juga:
Uji B50 Masuk Tahap Akhir, Penggunaannya Kini Diuji pada Sektor Kereta Api

Selain menciptakan lapangan kerja, implementasi B50 juga memberikan dampak ekonomi yang luas. Pemerintah mencatat adanya peningkatan nilai tambah crude palm oil (CPO) yang mencapai Rp20,29 triliun pada 2025 dan diproyeksikan naik menjadi Rp21,29 triliun pada 2026.

Baca Juga:
Peluang Cuan di Saham Sawit (CPO) di Tengah Momentum B50

Di sisi lain, program ini turut berkontribusi terhadap penghematan devisa negara. Pada 2025, penghematan devisa tercatat sebesar Rp133 triliun dan diperkirakan meningkat menjadi Rp139 triliun pada 2026. Program ini diperkirakan juga mampu menghemat pengeluaran ABPN hingga Rp48 triliun pada tahun 2026.

"Dengan implementasi B50, pemerintah bisa menjaga efisiensi anggaran terutama dari BPDP (Badan Pengelola Dana Perkebunan) sebesar Rp48 triliun, yang berasal dari penghematan insentif biodiesel dari BPDP dan pengurangan kebutuhan impor BBM," kata dia.

Pemerintah juga menilai kebijakan ini memiliki dampak positif terhadap lingkungan. Penurunan emisi karbon dari implementasi biodiesel tercatat mencapai 39,6 juta ton CO2 pada 2025 dan diproyeksikan meningkat menjadi 41,53 juta ton CO2 pada 2026.

"Program ini diharapkan tetap menjadi faktor penting dalam membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan," kata Ferry.

(NIA DEVIYANA)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Persib datang ke kandang Bhayangkara untuk menang
• 4 jam laluantaranews.com
thumb
Daycare Banda Aceh Diduga Terlibat Penganiayaan Balita Ditutup Permanen oleh Pemkot Setempat
• 10 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Jaksa Agung Lantik Abdul Qohar sebagai Kajati Jatim
• 3 jam lalutvrinews.com
thumb
Arsenal imbangi Atletico 1-1 di leg pertama semifinal Liga Champions
• 14 jam laluantaranews.com
thumb
Kenapa 1 Mei 2026 Libur? Simak Ketentuan dan Jadwal Libur Lainnya
• 10 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.