Grid.ID - ART asal Cikarang jadi korban kecelakaan KRL. Dedi Mulyadi langsung datang menjenguk sampai beri biaya pemulihan Rp 10 juta.
Selain melayat ke korban tewas kecelakaan KRL di Bekasi, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi juga menjenguk sejumlah korban yang mengalami luka-luka. Dedi Mulyadi menjenguk para korban luka-luka itu di sebuah RSUD di Bekasi, Jawa Barat.
Terbaru, ART asal Cikarang jadi korban kecelakaan KRL. Dedi Mulyadi langsung jenguk sampai beri biaya pemulihan Rp 10 juta.
Saat dikunjungi Dedi Mulyadi, perempuan yang berprofesi sebagai asisten rumah tangga (ART) itu tampak terbaring lemah di tempat tidurnya, ditemani sang suami. Meski begitu, raut wajahnya terlihat cerah ketika Dedi Mulyadi datang bersama Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto Tjahyono.
Diketahui, sehari-hari ia bekerja sebagai ART di sebuah perumahan di kawasan Cakung, Jakarta Timur. Suaminya sendiri bekerja sebagai karyawan swasta.
Pada malam kejadian, Senin (27/4/2026), ia pulang dari tempat kerjanya menuju Cikarang. Biasanya, ia pulang bersama suaminya. Namun saat itu, beberapa pekerjaan membuatnya harus pulang lebih larut.
Beruntung, dalam insiden tersebut ia selamat dan hanya mengalami sejumlah luka. Ketika ditanya oleh Dedi Mulyadi, ia mengaku mengalami cedera di bagian dada sebelah kiri.
“Luka di bagian dada saya, sekarang alhamdulillah sudah membaik,” ujar ART korban kecelakaan KRL tersebut.
Sementara itu, pihak rumah sakit yang menangani menyampaikan bahwa korban tidak mengalami luka serius. Kondisi tersebut memungkinkan pasien untuk pulang dalam waktu 2 hingga 3 hari setelah menjalani perawatan.
Meski demikian, setelah keluar dari rumah sakit, ia dianjurkan untuk beristirahat selama 2 sampai 3 minggu guna memulihkan kondisi.
Melihat kondisi itu, Dedi Mulyadi mengkhawatirkan penghasilan ART tersebut selama masa istirahat. Karena itu, ia berinisiatif memberikan bantuan biaya pemulihan sebesar Rp10 juta selama korban belum bisa bekerja.
“Selama istirahat gak gajian dong, saya titip Rp10 juta ya, ibu biar kerjanya tertangani di rumah saja,” ujar Dedi Mulyadi.
Dedi Mulyadi Datangi Rumah Duka Karyawan Kompas TV Korban Kecelakaan Kereta Pada hari yang sama, Dedi Mulyadi juga hadir melayat ke kediaman almarhumah Nur Ainia Eka Rahmadhyna di Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Rabu (29/4/2026).
Kehadirannya bertujuan untuk memberikan penghormatan terakhir kepada perempuan berusia 32 tahun yang akrab disapa Ain tersebut. Ain diketahui merupakan pegawai Kompas TV yang menjadi salah satu korban dalam kecelakaan tragis antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line.
Peristiwa tersebut meninggalkan duka mendalam bagi keluarga serta rekan-rekannya. Rumah duka yang berada di kawasan Griya Asri 2 telah dipenuhi pelayat sejak pagi hari.
Sejak pukul 07.00 WIB, warga, keluarga, dan kolega mulai berdatangan untuk menyampaikan doa serta belasungkawa. Dalam kunjungan tersebut, Dedi Mulyadi tidak datang seorang diri. Ia turut didampingi Pelaksana Tugas Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja dan Direktur Utama Kompas TV, Rosianna Silalahi.
Kehadiran mereka menjadi bentuk kepedulian dan empati kepada keluarga yang ditinggalkan. Di tengah suasana berduka, Dedi Mulyadi mengungkapkan rasa kehilangan yang mendalam atas wafatnya Ain.
Ia juga menyoroti besarnya simpati publik yang muncul, khususnya terhadap korban perempuan dalam peristiwa tersebut.
"Kami harus terus memperbaiki transportasi publik agar aman bagi siapapun, baik perempuan maupun laki-laki, kenyamanan itu harus terjaga baik," katanya, dikutip dari TribunJabar.id.
Sementara itu, Pemerintah Provinsi Jawa Barat memastikan akan menanggung seluruh biaya pengobatan bagi korban yang masih menjalani perawatan di rumah sakit. Kecelakaan tersebut terjadi di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4/2026) malam.
Selain itu, bantuan santunan juga telah disiapkan bagi keluarga korban yang meninggal dunia sebagai bentuk kepedulian pemerintah daerah. Kebijakan ini ditegaskan langsung oleh Dedi Mulyadi sebagai bentuk tanggung jawab kepada para korban.
"Pemerintah Provinsi Jawa Barat menanggung seluruh biaya perawatan rumah sakit pada semua korban yang dirawat. Akan memberikan santunan kepada yang meninggal masing-masing 50 juta rupiah," ujar KDM, sapaan akrab Dedi Mulyadi.
Ia juga menyampaikan duka yang mendalam atas insiden kecelakaan KRL rute Jakarta-Bekasi tersebut, seraya berharap kejadian serupa tidak terulang di masa depan. Tak hanya itu, Dedi Mulyadi juga mengajak masyarakat Jawa Barat untuk bersama-sama mendoakan keluarga korban agar diberi kekuatan dan ketabahan dalam menghadapi musibah ini.Di sekitar lokasi rumah duka, karangan bunga tampak berjajar memenuhi area.
Ucapan belasungkawa mengalir dari berbagai pihak, termasuk jajaran pimpinan Kompas TV, PT Kereta Api Indonesia (KAI), serta kerabat dekat. Suasana berlangsung khidmat dan penuh haru, dengan para pelayat yang terus berdatangan untuk memanjatkan doa. (*)
Artikel Asli




