Menteri PPPA Meminta Maaf Atas Pernyataan Kurang Tepat Pemindahan Gerbong KRL Wanita

narasi.tv
3 jam lalu
Cover Berita

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi menyampaikan permohonan maaf atas pernyataannya yang dinilai kurang tepat terkait insiden kecelakaan kereta api di Bekasi Timur, Jawa Barat. Pernyataan tersebut muncul pascainsiden tabrakan antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line yang menyebabkan kerugian dan korban jiwa.

Dalam permohonan maafnya, Arifah secara khusus meminta maaf kepada para korban dan keluarga yang merasa tersakiti atau tidak nyaman atas pernyataan tersebut. Ia menyampaikan rasa empati yang mendalam atas kesedihan yang dialami oleh mereka yang terdampak peristiwa ini.

"Saya memohon maaf sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat, khususnya kepada para korban dan kelurga korban yang merasa tersakiti atau tidak nyaman atas pernyataan tersebut," ujar Menteri PPPA Arifah Fauzi di Jakarta, Rabu (29/4/2026).

Penegasan keselamatan sebagai prioritas utama pemerintah

Arifah Fauzi menegaskan bahwa keselamatan seluruh masyarakat, baik perempuan maupun laki-laki, merupakan prioritas utama.

"Saat ini prioritas utama pemerintah adalah memastikan penanganan terbaik bagi seluruh korban, baik yang meninggal dunia maupun yang mengalami luka-luka," kata Arifah.

Ia menggarisbawahi bahwa pemerintah terus mengutamakan penanganan korban secara cepat, adil, dan menyeluruh. Tidak bermaksud untuk mengabaikan keselamatan penumpang.

"Tidak ada maksud dari saya untuk mengabaikan keselamatan penumpang lainnya. Saya memahami bahwa dalam situasi duka seperti ini, yang menjadi fokus utama adalah keselamatan, penanganan korban, serta empat kepada seluruh keluarga yang terdampak,"jelas Arifah.

Menurutnya, seluruh proses penanganan insiden tersebut telah dilakukan secara cepat, adil, dan menyeluruh.

Penanganan dan Dukungan Pasca Insiden Kecelakaan

Pasca kejadian, pemerintah bersama berbagai instansi terkait segera melakukan tindakan cepat untuk menangani para korban luka dan keluarga korban yang meninggal dunia.

Kementerian PPPA hadir untuk memastikan hak korban dan anak-anak yang ditinggalkan orang tuanya dalam tragedi ini tidak terabaikan.

"Kami sangat berduka atas jatuhnya korban jiwa dalam peristiwa ini. Kementerian PPPA berkomitmen memberikan pendampingan, psikologis, perlindungan, serta dukungan yang diperlukan, khususnya bagi anak-anak dan keluarga korban yang mengalami trauma akibat peristiwa ini," ujarnya.

Ia pun mengajak seluruh masyarakat dan pemangku kepentingan untuk bersama-sama memberikan perhatian, doa, dan dukungan kepada para korban dan keluarganya serta upaya perbaikan sistem keselamatan transportasi publik agar tragedi serupa tidak terjadi.

"Keselamatan penumpang harus menjadi prioritas tertinggi dalam setiap kebijakan transportasi ke depan," tambahnya.

Usulan Pemindahan Gerbong Wanita

Menteri Arifah mengusulkan agar gerbong khusus wanita di KRL dipindahkan ke posisi tengah rangkaian kereta, pasca peristiwa tabrakan antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line yang terjadi di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat.

Hal itu disampaikannya usai pihaknya menjenguk korban kecelakaan kereta di RSUD Bekasi pada Selasa (28/4/2026).

 


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Melaney Ricardo Ungkap Momen Spesial di Pernikahan El Rumi dan Syifa Hadju, Singgung Hal Ini
• 7 jam lalugrid.id
thumb
Sabet Penghargaan NGA 2026, Pemkab Morowali Utara Unggul Hilirisasi Mineral Nasional
• 17 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Pefindo Kerek Rating WIKA Jadi id B Usai Kesepakatan Surat Utang Tercapai
• 1 jam lalubisnis.com
thumb
PT Vale Gelar Service Excellence Improvement Program untuk Mutu Layanan Kesehatan Masyarakat Morowali
• 23 jam laluterkini.id
thumb
SM Entertainment Menang Telak! YouTuber Ini Didenda Hampir Rp2 Miliar Imbas Fitnah EXO, Red Velvet, dan aespa
• 18 jam laluviva.co.id
Berhasil disimpan.