Industri Penerbangan di India Nyaris Kolaps karena Harga Avtur, Federasi Minta Bantuan Pemerintah

idxchannel.com
8 jam lalu
Cover Berita

Industri penerbangan di India mengalami tekanan finansial akibat lonjakan harga avtur imbas perang antara Iran dan Amerika Serikat.

Industri Penerbangan di India Nyaris Kolaps karena Harga Avtur, Federasi Minta Bantuan Pemerintah. (Foto: Air India)

IDXChannel—Industri penerbangan di India mulai meminta bantuan pemerintah. Perusahaan maskapai penerbangan di negara tersebut makin tertekan akibat kenaikan harga avtur imbas konflik geopolitik antara Iran dan Amerika Serikat. 

Melansir CNA (30/4/2026), maskapai-maskapai besar mulai mengalami tekanan finansial karena lonjakan harga avtur selama perang Timur Tengah berlangsung. Federasi Maskapai India mengatakan industri penerbangan di negara tersebut nyaris kolaps. 

Baca Juga:
Selat Hormuz Dibuka, IATA Peringatkan Pemulihan Harga Avtur Tetap Butuh Waktu

Permohonan bantuan itu dikirimkan oleh federasi kepada Kementerian Penerbangan Sipil pada Minggu, 26 April 2026. Federasi mengharapkan pemerintah membuat kebijakan yang meringankan pelaku industri seperti masa pandemi Covid-19. 

Adaun jenis bantuan yang diharapkan antara lain penundaan atau pengurangan pajak, pembatasan harga avtur, dan sebagainya. Bantuan seperti ini dinilai penting untuk menjaga industri penerbangan. 

Baca Juga:
Harga Avtur Naik Imbas Konflik Iran–AS, Lufthansa Group Pangkas 20.000 Penerbangan

Apalagi, India adalah negara importir bahan bakar yang memperoleh 88 persen pasokan minyaknya dari impor. Sehingga, harga bahan bakar minyak di negara itu sangat rentan terhadap lonjakan harga minyak dunia. 

Kondisi perang dan kenaikan harga avtur membuat industri penerbangan India, baik rute domestik dan internasional, mayoritas tidak layak untuk dioperasikan, sehingga mengakibatkan kerugian besar pada sektor penerbangan India. 

Baca Juga:
Swedia Peringatkan Potensi Kelangkaan Avtur di Kawasan Skandinavia Imbas Konflik Selat Hormuz

Sebagai tambahan informasi, saat ini industri maskapai di India didominasi oleh dua pemain besar. Yakni Air India dan Indigo dengan penguasaan pangsa sebesar 90 persen. Kedua maskapai ini sama-sama tengah menghadapi kesulitan finansial. 

Air India masih harus berhadapan dengan dampak finansial pascakecelakaan penerbangan di Gujarat yang menewaskan 260 orang. Tahun lalu, maskapai ini melaporkan kerugian lebih dari USD2 miliar. 

Sementara IndiGo menghadapi pembatalan ribuan penerbangan pada Desember 2025 yang disebabkan oleh kekurangan kru, imbas upaya perusahaan untuk mematuhi kebijakan yang ditetapkan pemerintah setempat. 


(Nadya Kurnia)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Bos NASA Mau Pluto Dikembalikan, Ternyata Ada Udang di Balik Batu
• 23 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Setahun Lebih Jabat Gubernur, Sherly Tjoanda Bicara Jujur soal Kondisi Terbaru Malut: Sibuk Persiapkan Pemerataan
• 22 jam lalutvonenews.com
thumb
Pemkab Tangerang Raih Penghargaan Top Regency in Urban Innovation di NGA 2026
• 11 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Makassar Tuan Rumah MTQ KORPRI, Panitia Harap Presiden Hadiri Pembukaan di Lapangan Karebosi 24 Agustus
• 14 jam laluharianfajar
thumb
Jadwal Semifinal Liga Europa 2025-2026 Malam Ini: Dua Tim Liga Inggris Saling Sikut, Aston Villa Diunggulkan
• 14 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.