Penulis: Lidya Thalia.S
TVRINews, Jakarta
Pemerintah Indonesia menegaskan tetap berpegang pada prinsip politik luar negeri bebas aktif di tengah meningkatnya dinamika geopolitik global, termasuk isu kedekatan dengan Amerika Serikat dalam kerja sama pertahanan.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia, Vahd Nabyl Mulachela, menyatakan bahwa kerja sama dengan berbagai negara dilakukan berdasarkan kepentingan nasional, bukan keberpihakan pada blok tertentu.
“Indonesia bekerja sama dengan berbagai mitra, termasuk Amerika Serikat maupun negara lain, semata-mata untuk memenuhi kepentingan nasional,”ujar Vahd dalam keterangan yang diterima tvrinews di Jakarta, Kamis, 30 April 2026.
Pernyataan ini merespons munculnya pandangan yang menilai Indonesia mulai condong ke Amerika Serikat, terutama setelah adanya kesepakatan kerja sama di bidang pertahanan dalam beberapa waktu terakhir.
Vahd menegaskan bahwa dalam menghadapi situasi global yang dinamis, pemerintah memprioritaskan stabilitas nasional, termasuk dalam hal ketahanan energi dan keamanan.
Menurutnya, Indonesia tetap menjalin hubungan dengan berbagai pihak, termasuk Rusia dan mitra lainnya, guna memastikan kebutuhan nasional terpenuhi secara optimal.
Selain itu, Indonesia juga membuka peluang kerja sama dengan Uni Eropa dalam memperkuat ketahanan energi yang berkelanjutan dan stabil.
Kemlu menegaskan bahwa prinsip bebas aktif menjadi landasan utama dalam setiap kebijakan luar negeri Indonesia, termasuk dalam menyikapi dinamika geopolitik di kawasan maupun global.
Pemerintah juga memastikan bahwa setiap bentuk kerja sama internasional tetap diarahkan untuk menjaga kedaulatan, stabilitas, serta kepentingan nasional Indonesia di tengah persaingan global yang semakin kompleks.
Editor: Redaktur TVRINews





