Bisnis.com, MAKKAH — Cuaca Makkah dan Madinah hari ini diperkirakan paling tinggi mencapai 36 derajat celcius pada hari ini, Kamis (30/4/2026). Jemaah haji Indonesia diimbau untuk menyiapkan fisik dan kesehatan saat menghadapi perbedaan cuaca dan iklim dibandingkan Tanah Air.
Berdasarkan data Early Warning System (EWS) yang dirilis Kementerian Haji dan Umrah dengan mengacu pada AccuWeather, suhu udara di Makkah pada pagi hari waktu Arab Saudi berada di kisaran 22°C, lalu suhu naik pada siang hari hingga mencapai 36°C.
Pada sore hari, suhu sedikit menurun ke kisaran 33°C sebelum kembali hangat pada malam hari di sekitar 28°C.
Adapun, tingkat kelembaban rata-rata tercatat sekitar 25%, menandakan kondisi udara yang cenderung kering. Kelembaban rendah meningkatkan risiko dehidrasi, sehingga jemaah haji perlu menyiapkan diri termasuk minum yang cukup.
Kecepatan angin di Makkah relatif ringan dengan rata-rata sekitar 12 kilometer per jam, sehingga tidak banyak membantu menurunkan panas di permukaan.
Hingga hari ini, jemaah haji Indonesia masih berada di Madinah. Para jemaah haji Indonesia akan mulai memasuki Makkah pada hari ini, Kamis (30/4/2026).
Baca Juga
- Kurs Riyal ke Rupiah Hari Ini, Acuan Jemaah Haji jika Tukar Uang di Makkah
- Asuransi Jemaah Haji Dapat Klausul Khusus, Tambahan Proteksi Heat Stroke saat Puncak Haji
- Penuh Haru dan Syukur, Jemaah Haji Indonesia Mulai Tinggalkan Madinah menuju Makkah
- Pagi: sekitar 22°C
- Siang: mencapai 36°C
- Sore: sekitar 33°C
- Malam: sekitar 28°C
- Kelembaban rata-rata: 25%
- Kecepatan angin: sekitar 12 kilometer per jam
- Pagi: sekitar 21°C
- Siang: mencapai 34°C
- Sore: sekitar 33°C
- Malam: sekitar 30°C
- Kelembaban rata-rata: 18%
- Kecepatan angin: sekitar 13 kilometer per jam
Untuk Jumat (1/5/2026), suhu di Makkah diperkirakan berada di kisaran 26°C hingga 38°C. Tren ini menunjukkan peningkatan suhu secara bertahap menuju puncak musim panas di Arab Saudi.
Sementara itu, prakiraan cuaca Madinah pada Jumat (1/5/2026) adalah suhu berada di kisaran 21°C hingga 35°C.
Kondisi panas kering diperkirakan masih akan bertahan dalam beberapa hari ke depan, dengan potensi suhu maksimum terus mendekati 40°C pada siang hari.
Kemenhaj mengimbau jemaah haji Indonesia untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap cuaca panas.
Jemaah lanjut usia dan yang memiliki komorbid disarankan melaksanakan ibadah di hotel untuk menghindari paparan panas berlebih. Selain itu, penggunaan pelembap kulit dan wajah dianjurkan untuk menjaga kondisi tubuh.
Jemaah juga diminta rutin menyemprotkan air ke kulit serta memperbanyak konsumsi cairan, baik air putih, air zamzam, maupun minuman elektrolit, tanpa menunggu rasa haus.
Langkah ini dinilai penting guna mencegah gangguan kesehatan seperti dehidrasi dan kelelahan akibat panas selama menjalankan rangkaian ibadah haji di Tanah Suci.





