JAKARTA, DISWAY.ID-- Penghuni lantai 28 Tower Cattleya, apartemen Mediterania Tanjung Duren, Jakarta Barat, Antonius, membeberkan kesaksiannya saat kebakaran melanda kawasan tersebut.
Ia bilang, di lantai 28 memang tidak ada titik api. Namun yang membuatnya kesal adalah alarm kebakaran seperti tidak berfungsi.
BACA JUGA:Polda Metro Terbitkan SP3 Kasus Purnawirawan Mayjen TNI, Status Tersangka Gugur!
"Asap kebakaran ini kan sumbernya dari basement, dari bawahnya Superindo maupun Starbucks. Tapi asap pekat itu sampai ke lantai 28, asapnya sangat hitam, seperti jaraknya cuma berapa meter gitu lho," ujarnya di lokasi, Kamis, 30 April 2026.
"Jadi ini asap kebakaran itu sudah melalui ventilasi udara, dan alarm kebakaran tidak bekerja, maupun sprinkler maupun alarm kebakaran tidak bekerja dengan baik," sambungnya menggebu.
Antonisius menyampaikan, alarm darurat itu tidak bekerja secara efektif--berbeda dengan simulasi yang telah dilakukan oleh tim pemadam kebakaran Jakarta Barat.
BACA JUGA:60 Ucapan Hari Buruh 2026 Inspiratif, Memotivasi, dan Penuh Semangat Perjuangan
"Nah, itu yang kami sesalkan seperti itu. Jadi kebanyakan penghuni di sini saya kira mereka tidak tahu bahwa sedang terjadi kebakaran di apartemennya," jelasnya.
Ia tak menampik pernah mengikuti simulasi kebakaran pada waktu tertentu, namun anehnya alarm darurat justru tidak bunyi saat si jago merah benar-benar datang.
"Ya, saya tinggal di lantai 28 juga tidak ada alarm. Jadi untuk kami hanya bisa evakuasi mandiri gitu, tidak bisa apa namanya tuh dapat dari inisiatif dari pengelola maupun pemadam kebakaran gitu," urainya.
Sumber api dari panel listrik
Kapolres Metro Jakarta Barat, Kombes Pol Twedi Aditya Bennyahdi, mengatakan bahwa pihaknya menerima informasi kebakaran tersebut dari petugas sekuriti setempat.
BACA JUGA:Fellowship Tanoto 2026 Dibuka hingga 22 Mei, Daftar di Sini!
"Sumber api berasal dari panel listrik di basement. Api tersebut dapat segera dipadamkan," ujarnya di lokasi, Kamis, 30 April 2026.
Meski begitu, asap sudah lebih dulu mengepul dan masuk ke rongga jalur kabel. Sehingga merambat ke ruangan di lantai-lantai atas apartemen tersebut.
"Perlu kami sampaikan bahwa tidak ada api yang langsung menyentuh unit hunian. Kami juga memohon maaf karena di media sosial beredar foto yang menggambarkan seolah-olah unit terbakar dan jendela hangus," tuturnya.
Ia menegaskan, tidak ada satu pun unit yang terdampak langsung oleh kobaran api. Namun asap tebal sempat mencapai sekitar lantai 33 apartemen tersebut.
BACA JUGA:Kemenkeu Atur Pengelolaan Anggaran OJK, Ini Isinya
"Saat ini kondisi udara di setiap lantai mulai membaik dan asap sudah tidak terlihat," tegasnya.
Hingga saat ini, petugas pemadam kebakaran (damkar) masih terus melakukan proses evakuasi dan jumlah korban belum dapat dipastikan.
"Belum dapat dipastikan kapan evakuasi akan selesai, mengingat bangunan ini memiliki 35 lantai. Data sementara mencatat sebanyak 89 orang telah berhasil dievakuasi keluar dari apartemen," urainya.
Awal mula kejadian
Sebelumnya diwartakan, salah seorang pekerja retail di apartemen tersebut bernama Abdul mengatakan, kebakaran terjadi sekitar pukul 07.15 WIB.
"Jadi kan kita udah mulai masuk jam 07.00 WIB tuh, terus tadi terjadinya (kebakaran) jam 07.15 WIB gitu," kata Abdul di lokasi, Kamis.
BACA JUGA:BGN Copot Korwil SPPG Buntut Skandal Upeti dengan Oknum Anggota DPRD
Abdul mengemukakan, saat kebakaran terjadi penghuni apartemen spontan berhamburan keluar untuk mengevakuasi diri.
"Jadi pada lari keluar semua, tadi evakuasi sama Damkar juga," tuturnya.
Sembari melakukan pemadaman, sebuah mesin penyedot asap juga dioperasikan petugas.
Kebakaran yang terjadi salah satu sisi gedung rupanya membuat asap menyebar ke gedung lainnya.
Hal itu membuat sebagian penghuni terjebak sehingga masih dalam proses evakuasi petugas.





