Pantau - Pakar Universitas Andalas (Unand) menegaskan perlunya upaya ilmiah terarah untuk menjaga kelestarian ayam kokok balenggek di Sumatera Barat yang kini menghadapi ancaman penurunan populasi dan kualitas genetik.
Ancaman Populasi dan Erosi GenetikPakar pemuliaan ternak Unand Prof Firda Arlina mengatakan ayam kokok balenggek merupakan plasma nutfah penting yang harus dilestarikan secara serius.
"Perlu upaya ilmiah untuk menjaga kelestarian ayam kokok balenggek di tengah tantangan penurunan populasi, erosi genetika, serta penurunan kualitas suara kokok," ujarnya.
Ia menjelaskan ayam khas dari Kecamatan Tigo Lurah, Kabupaten Solok itu memiliki nilai tinggi dari sisi genetika, ekonomi, dan budaya, terutama karena keunikan suara kokok bertingkat atau balenggek.
Menurutnya, penurunan kualitas terjadi akibat persilangan tidak terkontrol, perubahan sistem pemeliharaan, serta menurunnya minat generasi muda.
Strategi Ilmiah dan Peran TeknologiProf Firda menekankan pentingnya pendekatan pemuliaan melalui seleksi individu maupun keturunan serta sistem perkawinan terarah seperti inbreeding, line breeding, dan outbreeding.
Ia juga menyoroti pemanfaatan teknologi modern, termasuk penanda molekuler untuk mengkaji gen yang berperan dalam kemampuan berkokok.
"Keragaman genetik ayam kokok balenggek menjadi modal penting dalam pengembangan dan seleksi ternak unggul," katanya.
Upaya pelestarian, lanjutnya, perlu dilakukan melalui konservasi in situ dan ex situ, penguatan kelembagaan, serta keterlibatan komunitas pecinta unggas lokal.
Ia menambahkan pelestarian ayam kokok balenggek tidak hanya menjaga warisan budaya, tetapi juga mendukung ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat.




