Klaim Biaya Perang Rp400 Triliun oleh Pentagon Dipertanyakan DPR AS

viva.co.id
22 jam lalu
Cover Berita

VIVA – Perkiraan biaya perang Amerika Serikat melawan Iran sebesar 25 miliar dolar atau setara Rp 400 triliun semakin dipertanyakan. Dalam sebuah laporan terbaru angka yang disampaikan Pentagon itu disebut menyesatakan karena biaya sebenarnya bisa jauh lebih besar. 

Berdasarkan laporan CNN Internasional yang mengutip tiga sumber anonim yang mengetahui penilaian internal, angka 25 miliar dolar yang disampaikan pejabat senior Pentagon kepada anggota Parlemen Rabu kemarin jauh di bawah kondisi yang sebenarnya.

Baca Juga :
Ghalibaf Olok-olok Trump soal Minyak Iran Disebut Bakal Meledak: Omong Kosong!
AS Lanjutkan Blokade Selat Hormuz, Trump: Iran Tercekik Seperti Babi

Fakta-fakta baru mengungkap besarnya kerugian yang dialami AS sekaligus beban yang terus membengkak sejak perang mulai berkecamuk pada 28 Februari lalu. Sumber-sumber tersebut menyebut angka 25 miliar dolar itu belum termasuk kerusakan besar pada pangkalan militer AS di berbagai wilayah.

Salah satu sumber menambahkan, jika biaya rekonstruksi dan penggantian aset yang hancur diperhitungkan, total biaya sebenarnya bisa mencapai 40 hingga 50 miliar dolar atau setara Rp 640 hingga Rp 800 T.

Melansir laman presstv.ir, Kamis 30 April 2026, pada fase awal perang, serangan Iran di kawasan Teluk Persia menyebabkan kerusakan besar pada sedikitnya sembilan instalasi militer AS hanya dalam waktu 48 jam. Targetnya meliputi pangkalan di Bahrain, Kuwait, Irak, Uni Emirat Arab, dan Qatar.

Serangan tersebut menghancurkan sistem radar penting dan berbagai peralatan kunci lainnya, termasuk radar baterai rudal THAAD milik AS di Yordania serta fasilitas serupa di dua lokasi di Uni Emirat Arab. Sebuah pesawat pengintai Angkatan Udara AS jenis E-3 Sentry juga dilaporkan hancur dalam serangan di pangkalan udara Arab Saudi, yang menunjukkan skala dan ketepatan respons Iran.

Meski mengalami kerugian tersebut, pejabat keuangan Pentagon Jules “Jay” Hurst III mengatakan kepada Komite Angkatan Bersenjata DPR AS bahwa sebagian besar dari angka 25 miliar dolar itu digunakan untuk amunisi. Sementara itu, Menteri Pertahanan Pete Hegseth tidak memberikan kejelasan apakah perhitungan tersebut sudah mencakup biaya perbaikan pangkalan yang rusak.

Pekan lalu, dalam pemaparan anggaran kepada media, Hurst juga mengakui bahwa Pentagon belum memiliki angka pasti terkait kerusakan fasilitas militer di luar negeri. Ia menyebut hal itu bergantung pada keputusan apakah fasilitas tersebut akan dibangun kembali atau tidak.

Baca Juga :
Menhan AS Hegseth 'Dikeroyok' Kongres, Pertanyakan Biaya Perang Iran Capai Rp434 Triliun
Sudah 42 Kapal Dicegat, AS Klaim Iran Rugi Rp100 Triliun karena Tak Bisa Jual Minyak
Telepon 90 Menit dengan Trump, Putin Peringatkan Dampak Besar Jika AS Serang Iran

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Prabowo Hadiri Peringati May Day di Monas, Sapa Puluhan Ribu Buruh
• 6 jam laluidxchannel.com
thumb
BULOG Pastikan Distribusi Minyakita Berjalan Berkelanjutan & Terjaga
• 13 jam laludetik.com
thumb
KPK Dalami Jumlah Tenaga Outsourcing Terkait Perusahaan Keluarga Fadia Arafiq di Pemkab Pekalongan
• 7 jam lalupantau.com
thumb
Ketum Posyandu Tri Tito Dorong Pulihkan Warga Huntara lewat Bansos dan Senam
• 20 jam lalukumparan.com
thumb
KSP Bakal Tindak Tegas Temuan Praktik Tidak Benar di Program Prioritas Presiden
• 5 jam lalusuarasurabaya.net
Berhasil disimpan.