Pemerintah Kabupaten Mojokerto bersama PT Ajinomoto Indonesia berkolaborasi melakukan akselerasi sertifikasi halal bagi 500 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk mendongkrak daya saing kualitas produk.
Kolaborasi untuk menjamin kualitas produk terhadap konsumen itu juga turut menggandeng Pusat Halal Universitas Airlangga (Unair) Surabaya sebagai fasilitator.
Muhammad Albarra Bupati Mojokerto menyampaikan, dari total 142.000 UMKM di wilayahnya baru sekitar 16.900 pelaku usaha yang mengantongi sertifikat halal.
Kini Pemkab Mojokerto terus mengejar sertifikasi mengingat pemerintah pusat telah membuat regulasi, yang mewajibkan UMKM mengantongi sertifikat halal per 17-18 Oktober 2026 mendatang.
“Kita ingin konsumen merasa nyaman dan tenang saat mengonsumsi produk UMKM Mojokerto karena ada kepastian kehalalannya,” ujar Gus Barra sapaan akrab Bupati Mojokerto di Pabrik Ajinomoto, Mojokerto, Kamis (30/4/2026).
Sementara itu, Abdul Rahem Ketua Pusat Halal Unair menjelaskan bahwa sertifikat halal kini sudah menjadi standar kualitas global. Hal itu terbukti dari negara-negara non muslim yang melakukan sertifikasi serupa untuk produk makanan dan minumannya.
Dia menyebut bahwa sertifikasi halal juga menjadi pintu masuk bagi produk UMKM supaya menembus pasar global dalam mendukung mendukung ekosistem muslim-friendly tourism di Indonesia.
“Halal itu yang terbaik karena semua persyaratan proses harus tuntas dulu baru sertifikat terbit. Jika produk UMKM kita tidak segera disertifikasi, mereka bisa tersisih dari persaingan global,” ujarnya.
Di sisi lain Samsul Bakhri Direktur PT Ajinomoto Indonesia mengatakan tahun ini pihaknya menargetkan kuota 500 UMKM untuk mendapat fasilitas sertifikasi halal.
Program ini diharapkan mampu mendongkrak daya saing produk UMKM lokal yang berkelanjutan, sekaligus memudahkan masyarakat menemukan produk yang terjamin kualitasnya.
Kegiatan hari ini juga ditandai dengan penandatanganan MoU dukungan sertifikasi halal antara berbagai unsur pentahelix dalam
memastikan kuota sertifikasi di Jawa Timur yang mencapai 95.000 UMKM dapat terserap maksimal.
“Selain pembiayaan, kami memberikan pendampingan menyeluruh bersama LP3H Unair, mulai dari edukasi proses jaminan halal hingga produk tersebut benar-benar siap dipasarkan,” jelasnya.(wld/bil/ham)




