JAKARTA, KOMPAS.com – Di tengah kepulan asap tebal saat kebakaran melanda Apartemen Mediterania, Tanjung Duren, Jakarta Barat, seorang penghuni memilih cara darurat yang tak biasa untuk meminta pertolongan, ia menulis pesan di baju dan melemparkannya ke bawah.
Pesan itu sederhana, tetapi krusial bagi keselamatan nyawa.
“(Tower) C 33 GK, 2 orang, Iwan + Bayi,” isi pesan tersebut.
Tulisan dengan spidol hitam di atas baju berwarna krem itu menjadi penanda lokasi sekaligus permintaan evakuasi bagi petugas damkar di lapangan.
Penghuni bernama Iwan (54) diketahui terjebak bersama anaknya yang masih berusia sekitar 3,5 tahun di dalam unit apartemen.
Asap mulai masuk ke ruangan, sementara akses keluar tidak memungkinkan dilakukan secara mandiri.
Petugas Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Barat, Seman Riyadi, mengatakan pesan tersebut langsung ditindaklanjuti sebagai prioritas evakuasi.
“Dia ngasih pesan lewat baju itu, minta evakuasi. Dia panik karena ada bayinya,” ujar Seman di lokasi, Kamis.
Menurut dia, informasi yang ditulis di baju sangat membantu petugas dalam menentukan titik lokasi korban di tengah situasi yang penuh asap dan keterbatasan visibilitas.
Baca juga: Momen Mencekam Kebakaran Apartemen Mediterania, Penghuni Turun 26 Lantai di Tengah Asap
Evakuasi Dramatis dari Lantai Tinggi
KOMPAS.com/Ridho Danu Prasetyo Petugas pemadam kebakaran melakukan evakuasi menggunakan tangga darurat di Apartemen Mediterania Tanjung Duren, Grogol Petamburan, Jakarta Barat pada Kamis (30/4/2026) pagi.
Sambil menyiapkan proses evakuasi, petugas juga memberikan instruksi kepada penghuni lain yang masih terjebak melalui pengeras suara.
Langkah-langkah darurat itu bertujuan meminimalkan paparan asap yang berisiko menyebabkan sesak napas hingga kehilangan kesadaran.
“Kalau ada handuk atau kain, dibasahin supaya asap tidak masuk ke ruangan. Lalu posisi jongkok di bawah, karena oksigen lebih banyak di bawah,” kata Seman.
Ia juga mengimbau penghuni menggunakan pelindung seadanya, seperti masker darurat dari kain basah, untuk menyaring udara yang dihirup.