JAKARTA, KOMPAS.TV - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mengusut kasus dugaan korupsi pengadaan jasa alih daya atau outsourcing yang menjerat Bupati Pekalongan nonaktif Fadia Arafiq.
Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan saat ini penyidik tengah mendalami pengadaan makanan pada rumah sakit di Pekalongan, yang diduga dilakukan Fadia Arafiq saat masih menjabat bupati.
"Apakah ada praktik konflik kepentingan di sana atau seperti apa? Terutama dalam pengondisian pemenangan PT RNB ini untuk bisa mengerjakan pengadaan di rumah sakit," kata Budi pada Kamis (30/4/2026).
Baca Juga: KPK Periksa Suami Fadia Arafiq sebagai Saksi Kasus Dugaan Korupsi di Pemkab Pekalongan
Budi menjelaskan KPK mendalami hal itu setelah menyidik kasus dugaan korupsi terkait pengadaan tenaga alih daya di lingkungan Pemkab Pekalongan lewat perusahaan keluarga, PT Raja Nusantara Berjaya (RNB).
Selain itu, dalam perkara tersebut KPK juga tengah mendalami ihwal pengondisian penempatan tenaga alih daya oleh PT Raja Nusantara Berjaya di lingkungan Pemkab Pekalongan.
“Ini masih didalami proses dan mekanismenya seperti apa ya. Apakah itu juga sesuai dengan spesifikasi yang dibutuhkan para dinas? Karena tentunya setiap pengadaan pasti ada spesifikasi-spesifikasi yang dibutuhkan,” ucap Budi dilansir dari Antara.
Fadia Arafiq (FAR) terjerat kasus dugaan korupsi pengadaan jasa alih daya (outsourcing) dan pengadaan lainnya di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pekalongan tahun anggaran 2023-2026.
Kasus tersebut diungkap KPK melalui operasi tangkap tangan (OTT). Dalam operasi senyap itu, KPK menangkap Fadia bersama dua orang lainnya yang merupakan ajudan serta orang kepercayaannya. Ketiganya dibekuk di wilayah Semarang, Jawa Tengah.
Selain itu, KPK turut menangkap 11 orang lainnya. Rinciannya, 10 orang ditangkap pada Senin, 2 Maret 2026 di Pekalongan, dan seorang lainnya datang menyerahkan diri setelah dihubungi KPK.
Penulis : Isnaya Helmi Editor : Tito-Dirhantoro
Sumber : Kompas TV/Antara.
- kpk
- kasus fadia arafiq
- kasus korupsi
- Dugaan Pengadaan Makanan RS
- pekalongan
- pengusutan kasus fadia arafiq





