Khamenei Tegaskan Nuklir dan Rudal Iran Tak Bisa Ditawar, Ketegangan Hormuz Makin Panas

kompas.tv
3 jam lalu
Cover Berita
Para demonstran pro-pemerintah meneriakkan slogan-slogan sambil memegang bendera Iran dan poster Pemimpin Tertinggi Ayatollah Mojtaba Khamenei dalam sebuah pertemuan setelah pengumuman gencatan senjata selama dua minggu dalam perang dengan Amerika Serikat dan Israel, di Lapangan Enqelab-e-Eslami, atau Lapangan Revolusi Islam, di Teheran, Iran, Rabu, 8 April 2026. (Sumber: AP Photo/Vahid Salemi)

TEHERAN, KOMPAS.TV — Pemimpin tertinggi Iran Mojtaba Khamenei, menegaskan program nuklir dan kemampuan rudal negaranya tidak akan pernah menjadi bahan tawar-menawar, memperkeras posisi Teheran di tengah tekanan Amerika Serikat (AS) dan ketegangan yang terus meningkat di Selat Hormuz.

Dalam pernyataan tertulis yang dibacakan di televisi pemerintah, Kamis (30/4/2026), Khamenei menyebut kemampuan nuklir dan rudal sebagai “aset nasional” yang akan dijaga seperti kedaulatan wilayah Iran. 

Sikap ini memperjelas garis keras Teheran sekaligus mempersempit peluang tercapainya kesepakatan dengan Washington dalam waktu dekat.

Baca Juga: Nada Tinggi! Menteri Perang AS Pete Hegseth Dicecar di Rapat Kongres AS Soal Biaya Perang Iran

Dilansir dari Associated Press, pernyataan tersebut muncul ketika AS di bawah Presiden Donald Trump terus mendorong kesepakatan komprehensif yang mencakup penghentian program nuklir Iran sebagai bagian dari upaya memperkuat gencatan senjata yang masih rapuh.

Namun, Iran justru menunjukkan arah berbeda. Dengan menegaskan bahwa nuklir dan rudal tidak bisa dinegosiasikan, Teheran mengirim sinyal bahwa isu tersebut merupakan garis merah yang tidak akan dilampaui dalam perundingan apa pun.

Di saat yang sama, Iran juga mempertahankan kontrol atas Selat Hormuz—jalur strategis yang dilalui sekitar seperlima perdagangan minyak dunia. 

Khamenei menyatakan bahwa pengelolaan baru Iran atas jalur tersebut akan meningkatkan keamanan kawasan, meski banyak negara menilai langkah itu sebagai bentuk pembatasan terhadap jalur internasional.

Ketegangan di Hormuz, ditambah blockade yang dilakukan Amerika Serikat terhadap ekspor minyak Iran, telah memicu lonjakan harga energi global. 

Harga minyak Brent untuk pengiriman Juni bahkan sempat menembus 126 dollar AS per barel, mencerminkan kekhawatiran pasar atas terganggunya pasokan.

Blokade yang dijalankan oleh United States Central Command bertujuan menekan ekonomi Iran dengan membatasi ekspor minyaknya. 

Penulis : Rizky L Pratama Editor : Gading-Persada

1
2
Show All

Sumber : Associated Press

Tag
  • Iran nuklir
  • Mojtaba Khamenei
  • Selat Hormuz
  • konflik AS Iran
  • harga minyak naik
  • rudal Iran
Selengkapnya


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Bukan Pertama Kali, Ahmad Dhani Pernah Sebut Maia Estianty Ditalak Karena Selingkuh: Sudah Lebih dari Makan Obat
• 2 jam lalutvonenews.com
thumb
The Elite Showcase 2026 Siap Digelar, Catat Tanggalnya
• 23 jam lalumedcom.id
thumb
Pegadaian Championship: Motivasi Berlipat! BCS Janjikan Bonus Fantastis, PSS Incar Kemenangan Penentu Lawan PSIS
• 7 jam lalubola.com
thumb
BMKG: Waspada Potensi Hujan Lebat di Sejumlah Wilayah Indonesia, Kamis 30 April 2026
• 13 jam laluliputan6.com
thumb
Jasa Marga bukukan laba bersih Rp774,7 miliar pada kuartal I 2026
• 10 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.