TEHERAN, KOMPAS.TV — Pemimpin tertinggi Iran Mojtaba Khamenei, menegaskan program nuklir dan kemampuan rudal negaranya tidak akan pernah menjadi bahan tawar-menawar, memperkeras posisi Teheran di tengah tekanan Amerika Serikat (AS) dan ketegangan yang terus meningkat di Selat Hormuz.
Dalam pernyataan tertulis yang dibacakan di televisi pemerintah, Kamis (30/4/2026), Khamenei menyebut kemampuan nuklir dan rudal sebagai “aset nasional” yang akan dijaga seperti kedaulatan wilayah Iran.
Sikap ini memperjelas garis keras Teheran sekaligus mempersempit peluang tercapainya kesepakatan dengan Washington dalam waktu dekat.
Baca Juga: Nada Tinggi! Menteri Perang AS Pete Hegseth Dicecar di Rapat Kongres AS Soal Biaya Perang Iran
Dilansir dari Associated Press, pernyataan tersebut muncul ketika AS di bawah Presiden Donald Trump terus mendorong kesepakatan komprehensif yang mencakup penghentian program nuklir Iran sebagai bagian dari upaya memperkuat gencatan senjata yang masih rapuh.
Namun, Iran justru menunjukkan arah berbeda. Dengan menegaskan bahwa nuklir dan rudal tidak bisa dinegosiasikan, Teheran mengirim sinyal bahwa isu tersebut merupakan garis merah yang tidak akan dilampaui dalam perundingan apa pun.
Di saat yang sama, Iran juga mempertahankan kontrol atas Selat Hormuz—jalur strategis yang dilalui sekitar seperlima perdagangan minyak dunia.
Khamenei menyatakan bahwa pengelolaan baru Iran atas jalur tersebut akan meningkatkan keamanan kawasan, meski banyak negara menilai langkah itu sebagai bentuk pembatasan terhadap jalur internasional.
Ketegangan di Hormuz, ditambah blockade yang dilakukan Amerika Serikat terhadap ekspor minyak Iran, telah memicu lonjakan harga energi global.
Harga minyak Brent untuk pengiriman Juni bahkan sempat menembus 126 dollar AS per barel, mencerminkan kekhawatiran pasar atas terganggunya pasokan.
Blokade yang dijalankan oleh United States Central Command bertujuan menekan ekonomi Iran dengan membatasi ekspor minyaknya.
Penulis : Rizky L Pratama Editor : Gading-Persada
Sumber : Associated Press
- Iran nuklir
- Mojtaba Khamenei
- Selat Hormuz
- konflik AS Iran
- harga minyak naik
- rudal Iran





