Pemerintahan Trump Cari Dukungan Global Bentuk Koalisi Baru untuk Buka Selat Hormuz

suarasurabaya.net
3 jam lalu
Cover Berita

Pemerintahan Donald Trump Presiden Amerika Serikat (AS), tengah mencari dukungan membentuk koalisi internasional, untuk membuka kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz yang hingga kini masih tersendat akibat ketegangan antara AS dan Iran.

Laporan The Wall Street Journal menyebutkan Washington telah meminta para diplomatnya untuk mendorong negara-negara lain bergabung dalam aliansi baru bernama “Maritime Freedom Construct”.

Koalisi ini dirancang untuk mengoordinasikan pertukaran informasi, upaya diplomatik, hingga penegakan sanksi demi memulihkan kebebasan navigasi di jalur strategis tersebut.

Dalamdokumen internal Departemen Luar Negeri AS yang dikirim ke berbagai kedutaan, disebutkan bahwa partisipasi negara mitra akan memperkuat kemampuan kolektif dalam membuka kembali akses pelayaran sekaligus melindungi ekonomi global.

“Partisipasi Anda akan memperkuat kemampuan kolektif kita untuk memulihkan kebebasan navigasi dan melindungi ekonomi global,” demikian isi dokumen tersebut seperti dikutip kantor berita Anadolu, Kamis (30/4/2026).

Seorang pejabat senior pemerintahan AS mengonfirmasi bahwa inisiatif tersebut menjadi salah satu opsi kebijakan yang tengah dipertimbangkan Gedung Putih untuk mengatasi kebuntuan di Selat Hormuz.

Langkah ini muncul beberapa pekan setelah Trump menyatakan selat tersebut “sepenuhnya terbuka dan siap digunakan.” Namun, pada kenyataannya lalu lintas kapal masih sangat terbatas.

Ketegangan meningkat setelah Iran disebut berupaya menanam ranjau dan menyerang kapal tanker yang melintas tanpa persetujuan Teheran. Di sisi lain, Amerika Serikat memberlakukan blokade terhadap kapal-kapal yang menuju atau berasal dari pelabuhan Iran.

Selat Hormuz sendiri merupakan jalur vital distribusi energi dunia, sehingga gangguan di kawasan ini berdampak langsung pada stabilitas ekonomi global.

Kebuntuan di selat tersebut juga menjadi isu utama dalam negosiasi damai antara AS dan Iran yang hingga kini belum menemukan titik temu. Trump bahkan dilaporkan telah meminta jajarannya untuk bersiap menghadapi kemungkinan blokade berkepanjangan hingga Iran bersedia menghentikan program nuklirnya. (bil/ham)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
KM Sabuk Nusantara 106 Rampung Diperiksa, Pelni Pastikan Layanan Laut di Banda Neira Kembali Normal
• 14 jam lalumetrotvnews.com
thumb
21 Pekerjaan yang Diprediksi Hilang pada 2030
• 7 jam lalubeautynesia.id
thumb
Susunan Upacara Hari Pendidikan Nasional 2026 Resmi dari Kemendikdasmen, Ini Urutannya
• 29 menit lalukompas.tv
thumb
Mantan Istri Andre Taulany Dilaporkan Atas Dugaan Penganiayaan ART
• 20 jam lalumetrotvnews.com
thumb
China Siap Pererat Kerja Sama Ekonomi dengan Indonesia di APEC 2026
• 13 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.