Penulis: Fityan
TVRINews – Sentul
Presiden Tekankan Soliditas dan Stabilitas Nasional di Hadapan 1.500 Perwira
Presiden Prabowo Subianto memberikan arahan strategis dalam taklimat kepada para Komandan Satuan (Dansat) TNI Tahun 2026 yang berlangsung di Universitas Pertahanan, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Kamis 30 April 2026.
Pertemuan berskala besar ini mengonsolidasikan kekuatan komando militer dari seluruh penjuru tanah air guna memperkuat sinergi pertahanan nasional.
(Presiden Prabowo Subianto pada Taklimat komandan satuan TNI di Universitas Pertahanan, Kamis, 30 April 2026. (Foto: Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden))
Kehadiran Kepala Negara di lokasi acara disambut dengan suasana patriotik. Lantunan lagu perjuangan "Maju Tak Gentar" dan "Garuda Pancasila" membahana, mencerminkan semangat korps yang solid sebelum memasuki agenda inti yang khidmat dengan lagu kebangsaan "Indonesia Raya".
Dalam laporannya, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto mengonfirmasi bahwa agenda ini diikuti oleh sedikitnya 1.500 personel. Komposisi peserta mencakup jajaran Mabes TNI, perwira dari tiga matra (AD, AL, AU), hingga unsur non-struktural.
(Presiden Prabowo Subianto pada Taklimat komandan satuan TNI di Universitas Pertahanan, Kamis, 30 April 2026. (Foto : Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden))
"Kegiatan ini dihadiri oleh pimpinan TNI tingkat tertinggi hingga level komando lapangan, mulai dari para Kepala Staf Angkatan hingga para Komandan Batalyon," demikian petikan informasi resmi dari Biro Pers, Media, dan Informasi (BPMI) Sekretariat Presiden.
Sinergi Lintas Sektoral
Pertemuan ini tidak hanya menjadi ajang internal militer. Kehadiran sejumlah menteri, wakil menteri, serta pejabat setingkat menteri menunjukkan adanya koordinasi erat antara kebijakan politik-pemerintahan dengan implementasi keamanan di lapangan.
Hal ini dinilai sebagai langkah krusial dalam menjaga stabilitas nasional di tengah dinamika geopolitik global.
Setelah rangkaian menyanyikan Mars TNI dan Mars tiap matra, acara ditutup dengan doa bersama serta jamuan santap siang. Momen ini menjadi simbol kedekatan personal antara Presiden sebagai Panglima Tertinggi dengan para komandan di garis depan, sekaligus mempertebal kohesi antara pemimpin negara dan pelaksana tugas pertahanan.
Editor: Redaksi TVRINews





