JAKARTA, KOMPAS — Sebanyak delapan platform besar disebutkan telah menyampaikan pernyataan untuk mematuhi Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Perlindungan Anak atau PP Tunas. Regulasi itu membatasi akses anak-anak Indonesia usia di bawah 16 tahun ke platform media sosial.
Kedelapan platform itu pun disebutkan sudah menyatakan kepatuhannya untuk memastikan perlindungan pada anak-anak Indonesia sesuai aturan. Di antara delapan platform itu, Roblox yang paling buncit menyatakan komitmennya untuk mematuhi PP Tunas.
Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid, di Jakarta, Kamis (30/4/2026), menyampaikan, sesuai aturan dalam PP Tunas, Roblox dinyatakan telah menyesuaikan diri dengan aturan dalam PP Tunas. Adapun Roblox merupakan platform bermain gim, yang juga dimainkan anak-anak.
Mengikuti aturan dalam PP Tunas, Roblox memastikan pengaturan konten gim yang sesuai kelompok usia anak, mematikan fitur chat atau komunikasi bagi pemain berusia di bawah 16 tahun dengan orang tidak kenal. Selain itu, Roblox juga berkomitmen mengatasi adiksi atau ketergantungan anak pada gim dengan adanya kontrol orangtua dan pembatasan waktu bermain (screentime).
Dengan pernyataan patuh Roblox terhadap PP Tunas, berarti delapan platform yang diminta Pemerintah RI menyesuaikan sejak akhir Maret lalu sudah terpenuhi. Selain Roblox, yang sudah dinyatakan memenuhi PP Tunas yakni Tiktok, Bigo Live, X, Instagram, Facebook, Threads, dan Youtube.
“Indonesia berhasil mengimplementasikan penundaan akses anak pada media sosial dan gim. Di tahap awal, delapan platform yang didorong di depan untuk segera menyesuakan karena mereka dianggap paling siap dan memiliki teknologi. Selanjutnya, semua plaform mengikuti batas waktu atau timeline sampai Juni 2026 untuk melakukan self assesment atau penilaian platform terhadap dirinya. Nanti Komdigi akan memverifikasi,” papar Meutya.
Demi asas keadilan pemberlakukan untuk perlindungan anak dalam mengakses media sosial dan gim, maka aturan PP Tunas diberlakukan pada semua platform.
Menurut Meutya, demi asas keadilan pemberlakukan untuk perlindungan anak dalam mengakses media sosial dan gim, maka aturan PP Tunas diberlakukan pada semua platform. “Jika platform lain tidak diberlakukan aturan yang sama, nanti malah akan membuat anak-anak pindah ke platform lain dan ini malah membahayakan,” kata Meutya.
Meutya menegaskan, masih ada waktu bagi platform lain untuk melakukan self assessment untuk menyatkan sifat platformya berpotensi berisiko rendah atau tinggi. Lalu, Kementerian Komdigi akan memastikan hasil penilaian diri tiap platform sesuai atau tidak dengan PP Tunas. Aturan PP Tunas menginginkan agar layanan platform sesuai anak, tidak ada fitur komunikasi dengan orang asing, dan tidak menimbulkan adiksi.
“Aturan di Indonesia ini berbeda dengan negara lain yang juga menerapkan pembatasan media sosial pada anak. Kami melihat dari faktor risiko, sehingga tidak pukul rata (dengan) tidak boleh di bawah 16 tahun. Ada platform yang aman untuk 13 tahun ke bawah dan 16 tahun ke bawah. Platform melakukan penialian atas diri sendiri lalu diverifikasi,” ujar Meutya.
Untuk itu, Meutya menyambut baik komitmen Roblox untuk mengikuti ketentuan PP Tunas. Total pemain dari Indonesia di platform itu berkisar 45 juta, sebanyak 23 juta pemain di antaranya berusia 16 tahun ke bawah.
Vice President Global Public Policy Roblox Nicky Jackson Colaco mengatakan ada pengaturan yang ketat khusus untuk pemain Roblox di Indonesia terkait pemain anak. Hal ini sebagai komitmen Roblox untuk mendukung komitmen Pemerintah Indonesia menyediakan ruang digital aman bagi anak-anak usia 16 tahun ke bawah.
Roblox akan meluncurkan dua jenis gim berbasis usia di Indonesia, yakni Roblox Kids dan Roblox Select. Perusahaan Roblox akan memulai proses transisi otomatis terhadap 23 juta akun pengguna di bawah 16 tahun ke dalam dua kategori tersebut.
Sebagai langkah awal, ujar Colaco, Roblox telah menerapkan teknologi estimasi usia melalui pemindaian wajah secara wajib untuk membatasi akses fitur obrolan. Jika tidak mengikuti aturan ini, pemain yang dewasa pun bisa terkunci akses pada fitur chat.
Menurut Colaco, Roblox Kids akan menjadi akun untuk pengguna di bawah 13 tahun. Di kelompok ini, seluruh fitur komunikasi dimatikan dan gimnya akan memiliki tema khusus sebagai pembeda dengan akun pengguna dewasa.
Adapun pengguna usia 13 -15 tahun yang menggunakan Roblox Select hanya dapat berkomunikasi dengan pihak yang disetujui orangtua, seperti keluarga atau teman dekat. “Orang tua tidak perlu melakukan tindakan khusus apa pun untuk mendapatkan perlindungan baru ini bagi anak-anak mereka di Indonesia. Anak-anak akan secara otomatis ditempatkan ke akun yang sesuai. Orangtua akan memiliki kontrol orangtua yang ketat atas akun anak-anak mereka,” jelas Colaco.
Dari analisis dan temuan BNPT, fitur chat di Roblox membahayakan anak karena mulai dipakai jaringan teroris untuk merekrut anak-anak.
Dimanfaatkan jaringan teroris
Diatur ketatnya fitur chat untuk anak-anak di Roblox juga disambut baik Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komisaris Jenderal Polisi (Purn) Eddy Hartono. Dari analisis dan temuan BNPT, fitur chat di Roblox membahayakan anak karena mulai dipakai jaringan teroris untuk merekrut anak-anak.
“Ada voice chat ini, ternyata dipakai jaringan teroris untuk bisa main sambil ngobrol dengan anak-anak. Ini jadi celah digital grooming dari jaringan teroris untuk membangun empati pada anak, mulai dari satu hobi atau senasib. Jika sudah dipercaya, dialihkan ke platform lain WA atau telegram, lalu terjadi normalisasi perilaku dengan disi doktrin-doktrin teroris, lalu direkrut” jelas Eddy.
Menurut Eddy, BNPT dan aparat penegak hukum berhasil melakukan pencegahan upaya terorisme melalui Roblox. Ada 112 anak yang berhasil dicegah dari perekrutan jaringan teroris melalui gim daring.
“Ke depan pencegahan harus terus diperkuat. Jangan sampai anak-anak terpapar radikalisasi melalui algoritma dan media sosial,” ujarnya.





