BOGOR, KOMPAS.com - Direktur Utama Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Transportasi Pakuan Kota Bogor, Rachma Nissa Fadliya mengungkapkan, alasannya mundur dari jabatan tersebut sejak April 2026.
Rachma membenarkan, telah mengundurkan diri dari posisi yang telah dipangkunya sejak 2022 lalu.
Ia mengungkapkan, latar belakang pengunduran diri dari posisi tersebut atas permintaan keluarganya.
"Betul (mengundurkan diri). Permintaan keluarga," jelas Rachma saat dikonfirmasi, pada Kamis (30/4/2026).
Namun Rachma tidak menjelaskan permintaan keluarga untuk mundur dari jabatan.
Baca juga: Dirut Transpakuan Bogor Mundur dari Jabatan, Wali Kota: Ada Usaha Keluarga
Dirinya menambahkan, merasa senang karena telah membantu transportasi di wilayah Kota Bogor dan berharap pimpinan yang mengganti posisinya bisa memberikan dampak lebih besar.
"Pastinya berharap transpakuan selanjutnya akan dipimpin oleh seseorang yang jauh lebih baik dan memberikan dampak besar bagi kemajuan Transpakuan dan pastinya penataan Transportasi publik di Kota Bogor akan semakin baik lagi," tambah dia.
Aspem Kesra Jadi Plt Dirut
Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim resmi menunjuk Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama (Dirut) Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Transportasi Pakuan Kota Bogor, yakni Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Eko Prabowo.
Dedie mengungkapkan, sudah menunjuk Eko Prabowo menjadi Plt Dirut Transportasi Pakuan sejak Senin (6/4/2026) lalu.
"Sudah sejak tanggal 6 April saya tunjuk Asisten 1 Bapak Eko menjadi Plt Direktur," ungkap Dedie saat dihubungi Kompas.com, Kamis.
Baca juga: Biskita Transpakuan Bogor Kembali Beroperasi Hari Ini, tapi Baru di Koridor 2
Senada, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor, Denny Mulyadi mengungkapkan, Plt Direktur Transpakuan Kota Bogor diisi oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Aspem Kesra) Eko Prabowo.
"Ada (Plt) Pak Eko Aspem dan Kesra, Eko Prabowo," ungkap Denny saat dihubungi Kompas.com, pada Kamis (30/4/2026).
Disebut ada usaha keluarga
Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim, membenarkan posisi tersebut telah ditinggalkan oleh Rachma Nissa Fadliya.
Ia menuturkan, alasan Rachma meninggalkan posisi itu tidak disebutkan secara spesifik dalam surat pengunduran diri.