Imigrasi Ciduk 16 WNA Pelaku Love Scam di Sukabumi, Langsung Dideportasi!

disway.id
7 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, DISWAY.ID - Direktorat Jenderal Imigrasi (Dirjen Imigrasi) menciduk 16 Warga Negara Asing (WNA) yang bermarkas di Sukabumi, Jawa Barat dengan diduga ingin melakukan tindak pidana Love Scamming alias penipuan cinta.

Operasi senyap yang dilakukan oleh Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Sukabumi ini menyasar kelompok yang didominasi oleh warga negara Tiongkok.

BACA JUGA:Rupiah Jebol Rp17.300, KADIN Bongkar Peluang Emas di Balik Tekanan Global

Tak butuh waktu lama bagi otoritas untuk mengambil tindakan; para pelaku kini tengah dalam proses deportasi massal.

​“Kami ingin menyampaikan pesan kepada warga negara asing bahwa Indonesia bukanlah tempat yang aman dan nyaman bagi WNA yang ingin melakukan perbuatan kriminal,” tegas Dirjen Imigrasi, Hendarsam Marantoko, dalam konferensi pers Kamis 30 April 2026.

Kronologi Kejadian

Direktur Pengawasan dan Penindakan Keimigrasian, Yuldi Yusman mengungkapkan terbongkarnya sindikat ini bermula dari laporan masyarakat mengenai aktivitas mencurigakan di Grand Desa Resort, Sukabumi.

BACA JUGA:BGN Copot Korwil SPPG Buntut Skandal Upeti dengan Oknum Anggota DPRD

Setelah melakukan pengawasan tertutup selama hampir dua minggu, tim intelijen mencium rencana pelarian para pelaku.

​Pada 14 April 2026 dini hari, sekitar pukul 00:15 WIB, pengelola hotel memberikan informasi darurat bahwa para WNA tersebut mulai mengemas puluhan perangkat elektronik ke dalam sebuah mobil Mitsubishi Triton putih untuk berpindah lokasi.

​Petugas pun langsung bergerak cepat melakukan penyergapan. Kejar-kejaran sempat terjadi hingga ke area minimarket terdekat sebelum akhirnya 16 orang tersebut berhasil diamankan. Mereka terdiri dari 12 warga negara Tiongkok, 1 warga negara Taiwan, dan 3 warga negara Malaysia.

Dalam penggeledahan tersebut, petugas mengamankan barang bukti yang mencengangkan. Sebanyak 150 unit ponsel, 50 unit laptop, serta perangkat jaringan seperti router dan kabel LAN disita dari lokasi kejadian.

Berdasarkan pemeriksaan awal, sindikat ini menyasar korban yang berada di luar negeri, khususnya di Amerika Serikat. Modusnya adalah membangun hubungan asmara palsu secara digital sebelum akhirnya memeras atau menipu korban.

​“Korbannya ada di Amerika dan satu negara lagi. Mereka baru persiapan melakukan kegiatan di Sukabumi, namun indikasi ke arah sana (penipuan) sangat kuat berdasarkan perangkat yang kami amankan,” jelas Yuldi Yusman.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Farhan Yakin Persib Menang Lawan Bhayangkara FC
• 11 jam lalumetrotvnews.com
thumb
15 Ucapan Selamat Hari Buruh Internasional 2026, Inspirasi Caption Media Sosial
• 8 jam lalutvonenews.com
thumb
Bantuan Hukum Dorong Pertumbuhan Ekonomi Daerah, Jaga Keseimbangan Investasi dan Kearifan Lokal
• 2 jam lalutvonenews.com
thumb
Kata-kata Raul Fernandez Setelah Membawa Trackhouse Menjadi Motor Tercepat saat Tes MotoGP 2026 di Sirkuit Jerez
• 7 jam lalutvonenews.com
thumb
Pesawat Boeing 737 Membawa 48 Penumpang Tabrak Drone di Ketinggian 3.000 Kaki
• 17 jam laluokezone.com
Berhasil disimpan.