Paylabs Kantongi Lisensi BI dan Kemkomdigi, Siap Amankan Transaksi Ribuan Korporasi

viva.co.id
4 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA - Perjalanan PT Wahana Pembayaran Digital atau Paylabs selama enam tahun menjadi tonggak penting sebagai salah satu payment gateway yang melayani ribuan pelaku usaha di Indonesia. Mulai dari korporasi besar hingga usaha mikro,kecil, dan menengah (UMKM).

Kini, dengan pondasi regulasi dan keamanan yang kokoh, Paylabs telah terdaftar di Bank Indonesia (BI) serta Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi), sekaligus mengantongi sertifikasi internasional PCI DSS dan ISO 27001.

Baca Juga :
Jajan di China Sudah Bisa Pakai QRIS Mulai Hari Ini
Indonesia bakal Ketiban Untung Rp712 Triliun dari Duet Maut AI dan 5G

Paylabs menawarkan infrastruktur pemrosesan transaksi yang andal dan cepat. Sertifikasi PCI DSS memastikan setiap data pembayaran diproses sesuai standar keamanan industri kartu global, sementara ISO 27001 menjadi bukti nyata komitmen perusahaan dalam menjaga kerahasiaan serta integritas sistem informasi.

Hingga saat ini, lebih dari 6.000 merchant telah bergabung dalam ekosistem Paylabs. Untuk memenuhi beragam kebutuhan transaksi, Paylabs menghadirkan lebih dari 50 channel pembayaran dalam satu platform terintegrasi, mulai dari QRIS, Virtual Account, e-wallet, hingga kartu kredit.

"Salah satu prioritas strategis kami adalah memperkuat ekosistem UMKM. Kami memahami bahwa inklusivitas keuangan dapat dicapai dengan memberikan akses teknologi pembayaran yang terjangkau dan mudah digunakan," kata Direktur Paylabs, Bram Helianto, Kamis, 30 April 2026.

Di tengah persaingan yang ketat, Paylabs memilih untuk fokus pada kualitas layanan, kepatuhan regulasi, dan inovasi produk yang relevan—mulai dari integrasi berbagai channel, layanan Paylabs Care 24/7, hingga dashboard real-time.

"Kami optimistis untuk terus memperkuat kolaborasi lintas sektor, mulai dari perbankan, teknologi, hingga industri kreatif. Ekosistem yang terus berkembang akan memberikan dampak nyata bagi percepatan transformasi pembayaran digital di Indonesia," jelas dia.

Baca Juga :
Siap-siap Internet Ngebut! Lelang Frekuensi 'Emas' 700 MHz dan 2,6 GHz Resmi Dibuka
Rupiah Melemah ke Rp 17.293 Seiring Kekhawatiran Pasar Pada Narasi BI soal Rupiah 'Undervalued'
Airlangga: RI Tak Masuk Daftar Negara Asia yang Dituding AS Mainkan Kurs Mata Uang

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
BNBR bukukan pendapatan senilai Rp1,13 triliun di Kuartal I 2026
• 5 jam laluantaranews.com
thumb
Berang Dikritik Terkait Perang Iran, Trump Ancam Kurangi Pasukan AS di Jerman
• 10 jam laluokezone.com
thumb
Tanggapan Andre Taulany soal Mantan Istri Dilaporkan ke Polisi
• 13 jam lalukumparan.com
thumb
Gempa M 4,1 Terjadi di Maluku Tenggara
• 20 jam laludetik.com
thumb
Shin Tae-yong Ditunjuk Jadi Penasehat Pelatih Timnas Football 7 Indonesia
• 7 jam lalutvrinews.com
Berhasil disimpan.