Pantau - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menargetkan penyelesaian 50 kapal perikanan modern pada 2026 sebagai tahap awal program modernisasi armada nasional hasil kerja sama Indonesia dengan Inggris.
Program ini merupakan bagian dari pembangunan total 1.582 kapal perikanan modern dengan nilai investasi mencapai 4 miliar poundsterling atau setara Rp91,6 triliun.
Direktur Jenderal Perikanan Tangkap Lotharia Latif menyampaikan persiapan program telah dilakukan sejak awal tahun.
Ia mengungkapkan, "Kita sudah bekerja sejak awal tahun mulai dari melakukan survei galangan kapal dan sebagainya. Jadwalnya Juni ini mulai penyiapan supply chain, material equipment, dan berproses, dan untuk target 2026 ini sementara 50 kapal dulu yang akan kami selesaikan."
Tahap awal pembangunan difokuskan pada 50 kapal berukuran 30 gross ton yang akan diproduksi di dalam negeri guna memperkuat industri galangan kapal nasional.
Kebutuhan Awak Kapal dan Skema PerekrutanKebutuhan awak kapal untuk 50 kapal tersebut diperkirakan mencapai sekitar 500 orang yang akan direkrut secara bertahap.
Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan I Nyoman Radiarta menyebut total kebutuhan awak kapal untuk keseluruhan program mencapai 20.094 orang.
Ia menyatakan, "Kalau tahun ini jadinya 50 kapal, ya kami ambilnya 500 orang. Tapi kami sudah punya talent pool dari 20 ribu itu."
Calon awak kapal diwajibkan mengikuti pelatihan dan sertifikasi sebelum mulai bekerja di armada tersebut.
Target Modernisasi dan Dampak IndustriProgram modernisasi ini mencakup pembangunan 1.000 kapal ukuran 30 GT, 557 kapal 200 GT, 20 kapal 500 GT, serta lima kapal pengangkut ukuran 500 GT.
Pemerintah menilai modernisasi armada penting untuk meningkatkan daya saing sektor perikanan nasional serta memenuhi standar internasional terkait penggunaan kapal dan alat tangkap yang lebih modern dan ramah lingkungan.
Program ini juga diharapkan dapat mempercepat transformasi sektor perikanan tangkap di Indonesia melalui peningkatan kapasitas produksi dan efisiensi operasional.




