Terungkap! 5 Alasan Genting Gen Z Lebih Suka Kerja Remote

viva.co.id
5 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Preferensi dunia kerja mengalami pergeseran signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Generasi Z (gen Z) menjadi kelompok yang paling vokal dalam menentukan cara mereka bekerja, termasuk memilih sistem kerja jarak jauh atau remote.

Bukan sekadar tren, pilihan ini didorong oleh sejumlah alasan yang dinilai krusial bagi keseimbangan hidup dan produktivitas. Mengutip laporan dari Forbes dan McKinsey & Company, kecenderungan Gen Z memilih kerja remote tidak lepas dari perubahan nilai dan ekspektasi terhadap dunia kerja modern.

Baca Juga :
Ternyata Ini Alasan Sony Naikkan Harga PS5 di Indonesia
Pegadaian Ajak Gen Z Investasi Emas Digital daripada Beli Kopi

1. Fleksibilitas Waktu dan Lokasi

Ilustrasi work from home (WFH).
Photo :
  • U-Report

Gen Z menempatkan fleksibilitas sebagai prioritas utama. Mereka ingin memiliki kendali atas waktu dan lokasi kerja, sehingga bisa menyesuaikan dengan ritme hidup masing-masing. Sistem remote dianggap memberikan kebebasan tersebut tanpa mengurangi produktivitas.

2. Work-Life Balance Lebih Terjaga

Bagi Gen Z, bekerja bukan satu-satunya fokus hidup. Mereka lebih menekankan keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi. Dengan kerja remote, waktu perjalanan bisa dihilangkan dan dialihkan untuk aktivitas lain yang lebih bermakna.

Menurut Forbes, “generasi muda saat ini lebih menghargai fleksibilitas dan keseimbangan hidup dibandingkan sekadar stabilitas pekerjaan tradisional.”

3. Efisiensi Biaya

Kerja dari rumah membantu mengurangi pengeluaran seperti transportasi, makan di luar, hingga kebutuhan gaya hidup kantor. Hal ini menjadi pertimbangan penting, terutama di tengah tekanan ekonomi dan biaya hidup yang meningkat.

4. Produktivitas Kerja Lebih Tinggi

Sejumlah studi menunjukkan bahwa sebagian pekerja merasa lebih fokus saat bekerja dari rumah. Minimnya distraksi kantor dan fleksibilitas pengaturan lingkungan kerja membuat produktivitas meningkat.

Laporan McKinsey & Company menyebutkan bahwa “banyak pekerja melaporkan tingkat produktivitas yang sama atau bahkan lebih tinggi saat bekerja secara remote dibandingkan di kantor.”

5. Akses Peluang Global

Sistem kerja remote membuka akses ke peluang kerja lintas negara tanpa harus pindah domisili. Gen Z memanfaatkan hal ini untuk mendapatkan pengalaman internasional sekaligus meningkatkan potensi penghasilan.

Fenomena ini menjadi sinyal kuat bagi perusahaan untuk beradaptasi. Model kerja hybrid atau remote kini bukan lagi sekadar opsi tambahan, melainkan strategi penting untuk menarik dan mempertahankan talenta muda.

Baca Juga :
Mau Pensiun Dini? Segini Dana Ideal yang Harus Disiapkan
Gen Z Mulai Alami Masalah Fokus dan Daya Ingat, Waspada Brainrot Epidemic!
Gen Z Ogah Naik Jabatan dan Lembur, Work-Life Balance Jadi Prioritas

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kisah Penghuni Apartemen Mediterania: Selamatkan Diri Dari Lantai 28 ke 35
• 16 jam lalukumparan.com
thumb
DPD RI Dukung Bapanas Intervensi Harga Pangan untuk Stabilitas
• 3 jam lalurepublika.co.id
thumb
AS Lanjutkan Blokade Selat Hormuz, Trump: Iran Tercekik Seperti Babi
• 13 jam laluviva.co.id
thumb
Top 3: Media Korea Sorot Comeback STY di Indonesia, PSSI Dapat Kabar Baik, hingga KDM Beri Santunan Rp10 Juta
• 9 jam lalutvonenews.com
thumb
Bonus Pemerintah Tingkatkan Taraf Hidup Atlet, Menpora Sebut Bentuk Penghargaan
• 18 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.