BEKASI, KOMPAS.com — Duka masih menyelimuti keluarga Nur Ainia Eka Rahmadhynna (32), salah satu korban meninggal dalam kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4/2026).
Perempuan yang akrab disapa Ain itu adalah karyawan Kompas TV.
Di tengah suasana takziah di kediamannya di Perumahan Griya Asri 2, Desa Sumberjaya, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, sang ayah, Hary Marwata, mengenang sosok putri sulungnya sebagai kebanggaan keluarga.
“Dia anak pertama, anak emas, anak pintar, sekolah ranking terus dan masuk kuliah di MMTC Yogyakarta. Kebanggaan kami lah pokoknya,” ujar Hary saat berbincang dengan Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar atau Cak Imin, Kamis (30/4/2026).
Baca juga: Keluarga Ungkap Sosok Nur Ainia, Karyawan Kompas TV Korban Kecelakaan Kereta di Bekasi
Bagi Hary, Ain bukan hanya anak yang berprestasi, tetapi juga sosok pekerja keras yang sejak muda telah menunjukkan minat besar di bidang komunikasi.
Bahkan, sebelum lulus pendidikan, Ain sudah direkrut untuk bekerja di Kompas TV.
“Memang dari kecil passion-nya di bidang komunikasi, dan masuk ke kampus tanpa tes karena prestasinya sudah dari sejak lulus SMK,” katanya.
Selama 11 tahun bekerja, Ain menjalani rutinitas harian sebagai komuter menggunakan KRL dari Tambun menuju tempat kerjanya di Palmerah.
Ia kerap diantar dan dijemput oleh sang adik, terutama saat jadwal kerja tidak menentu.
Rutinitas itu kini hanya tinggal kenangan. Perjalanan yang biasa ia tempuh setiap hari harus terhenti akibat tragedi yang terjadi di Stasiun Bekasi Timur Senin malam.
Hary sempat diliputi kecemasan saat tidak menemukan nama anaknya dalam daftar korban luka maupun meninggal pada hari pertama pencarian.
Kepastian baru didapat pada Selasa (28/4/2026) saat keluarga mendatangi RS Polri Kramat Jati.
Baca juga: Tabur Bunga dan Doa di Stasiun Bekasi Timur, Kenang Korban Kecelakaan Maut KRL
Jenazah Ain kemudian dimakamkan di TPU Mangun Jaya, Tambun Selatan, Rabu (29/4/2026) pagi. Jaraknya tidak jauh dari rumahnya.
Sebagai informasi, dalam kejadian tersebut, 106 orang menjadi korban.
Sebanyak 16 orang meninggal setelah menjalani perawatan intensif, sementara 90 lainnya mengalami luka-luka.
Seluruh 240 penumpang KA Argo Bromo Anggrek dilaporkan selamat.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang




