TABLOIDBINTANG.COM - Dalam sebuah momen yang terasa seperti adegan dari serial Sex and the City, Ratu Camilla bertemu dengan Carrie Bradshaw di dunia nyata, yakni Sarah Jessica Parker, di gedung utama New York Public Library pada Rabu (29/4) waktu setempat.
Pertemuan ini berlangsung dalam rangkaian tur singkat wilayah Pantai Timur Amerika Serikat bersama King Charles III. Camilla (78) tampak akrab berbincang dengan Parker (61) saat keduanya diajak berkeliling melihat koleksi khusus America250 milik perpustakaan tersebut.
Keduanya sebenarnya sudah pernah bertemu pada November lalu, ketika Parker berkunjung ke Clarence House, London, dalam acara perayaan Booker Prize 2025 yang dihadiri Camilla.
Dalam tur tersebut, Camilla dan Parker, didampingi Presiden NYPL Dr. Anthony Marx, diperlihatkan berbagai dokumen bersejarah dari Inggris dan Amerika Serikat. Di antaranya salinan Declaration of Independence, peta New York tahun 1775 karya kartografer Inggris John Montresor, hingga ilustrasi protes terhadap pencabutan Undang-Undang Stamp Act yang dianotasi oleh Benjamin Franklin.
Tak hanya itu, ada pula surat dari penulis Inggris Jane Austen yang merayakan penjualan novelnya Pride and Prejudice. Camilla terlihat sangat antusias saat melihat edisi awal buku Now We Are Six karya A. A. Milne, yang berisi ilustrasi awal karakter Roo dari ilustrator E. H. Shepard.
“Oh! Favorit, favorit, favorit!” seru Camilla saat melihat koleksi tersebut.
Sebagai simbol persahabatan budaya, Camilla juga menghadiahkan replika boneka Roo buatan Inggris kepada perpustakaan. Boneka tersebut menggantikan versi asli yang telah lama hilang dari koleksi karakter Winnie-the-Pooh dan kawan-kawan, yang sejak 1987 disimpan di NYPL.
Dalam kesempatan itu, Camilla juga bertemu dengan sejumlah tokoh, termasuk Anna Wintour, serta menghadiri acara literasi yang menyoroti pentingnya akses terhadap buku dan pendidikan.
Parker menyambut positif kunjungan tersebut. “Ini luar biasa untuk warga New York. Kita punya kesempatan untuk berbicara tentang perpustakaan dan literasi,” ujarnya.
Ia juga menyoroti pentingnya pendanaan untuk perpustakaan, terutama di tengah berbagai pemangkasan anggaran di sektor pendidikan. “Akses terhadap informasi adalah salah satu hal paling penting yang bisa kita berikan,” tegasnya.
Selama kunjungan, Camilla—yang juga dikenal aktif mengampanyekan isu kekerasan dalam rumah tangga—bertemu dengan perwakilan organisasi sosial dan lembaga pencegahan kekerasan domestik.
Acara tersebut turut menghadirkan pembawa acara Jenna Bush Hager, yang memandu diskusi bersama Camilla. Ia menyebut pertemuan itu sebagai momen istimewa untuk berbagi kecintaan terhadap buku dan mendorong literasi lebih luas.
Camilla juga sempat membacakan buku Winnie-the-Pooh kepada anak-anak sekolah di New York, sekaligus mengenang bagaimana kecintaannya terhadap buku telah terbentuk sejak kecil.
“Saya pertama kali mengenal orang Amerika dari karakter dalam novel masa kecil saya,” ujarnya. “Sejak saat itu, saya tahu bahwa buku adalah sahabat terbaik, dalam suka maupun duka.”




