JAKARTA, KOMPAS.TV - Gelar pendidikan tinggi kerap dianggap sebagai tolok ukur kesuksesan.
Namun, pendiri President University, Setyono Djuandi Darmono, justru memiliki pengalaman berbeda.
Ia bahkan pernah gagal masuk ITB. Alih-alih menyerah, ia melanjutkan pendidikan di Akademi Tekstil Berdikari dan langsung terjun ke dunia industri.
Pengalaman inilah yang kemudian membentuk cara pandangnya terhadap pendidikan.
Ia juga menyadari pentingnya kemampuan bahasa asing, meski awalnya merasa kesulitan.
Namun dengan metode belajar praktis, kemampuannya meningkat pesat.
Tak hanya bahasa Inggris, Darmono juga mempelajari berbagai bahasa asing lain.
Bekal tersebut membawanya melamar kerja di perusahaan Inggris.
Ia bahkan berani meminta gaji tinggi, kira-kira nominalnya lima kali gaji dari lulusan perguruan tinggi ternama.
Menurutnya, keberhasilan itu bukan semata karena pendidikan formal, tetapi kombinasi antara pengetahuan, keterampilan, dan karakter.
Darmono menegaskan, ilmu bisa dipelajari di bangku kuliah, tetapi keterampilan harus diasah melalui praktik.
Sementara karakter dibentuk melalui kebiasaan dan sikap sehari-hari.
Bagaimana menurut Anda?
Selengkapnya saksikan di sini: https://youtu.be/v_WGJzK85iA
#pendidikan #presidentuniversity #indonesia
Penulis : Elisabeth-Widya-Suharini
Sumber : Kompas TV
- president university
- pendidikan
- hardiknas
- setyono djuandi darmono
- bahasa inggris





