jpnn.com, JAKARTA - PT Organon Pharma Indonesia Tbk (Organon), perusahaan layanan kesehatan global yang berfokus pada peningkatan kesehatan perempuan mengumumkan UNFPA Indonesia sebagai penerima program Her Health Grant 2026.
Inisiatif ini merupakan kolaborasi strategis antara UNFPA Indonesia, Organon, Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga / Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (Kemendukbangga/BKKBN), dan Kementerian Kesehatan.
BACA JUGA: Wakil Ketua MPR Ingatkan Kesehatan Perempuan Menentukan Arah Masa Depan Bangsa
Managing Director Organon Asia Pasifi Andreas Daugaard Jorgensen menyatakan untuk memperkuat tujuan dan komitmen perusahaan dalam memajukan kesehatan perempuan, program Her Health Grant mendukung organisasi nirlaba yang bekerja untuk meningkatkan kesehatan perempuan melalui akses, inovasi, dan pendidikan.
“Kami fokus pada area di mana perempuan terkena dampak secara unik atau tidak proporsional,” ujar Andreas dalam keternagan yang diterima, Kamis (30/4).
BACA JUGA: Kolaborasi SPRINâPOGI dan Mitra Lintas Sektor demi Masa Depan Kesehatan Perempuan
Proyek REACH (Revitalizing Equitable Access and Choice for Her) yang diusulkan oleh UNFPA Indonesia dipilih karena manfaatnya bagi masyarakat, keselarasan.
Adapun program itu memiliki prioritas pemberian hibah global Organon, dan kehadiran lokal UNFPA Indonesia yang memastikan inisiatif tersebut berlandaskan pada konteks dunia nyata dan hubungan tepercaya, serta tunduk pada perjanjian yang telah ditandatangani.
"Dengan Asia Pasifik menerima sejumlah porsi besar dari alokasi global Her Health Grant, sangat jelas bahwa kebutuhan perawatan yang berkembang pesat dan belum terpenuhi di kawasan ini sangat jelas,” kata Andreas.
Dia menyebut advokasi praktis dan dukungan langsung di lapangan adalah hal yang mendorong kemajuan berarti bagi kesehatan perempuan.
Her Health Grant meningkatkan kepemimpinan komunitas dan memastikan bahwa solusi yang dihasilkan mencerminkan kebutuhan nyata para perempuan yang mereka layani.
“Di Organon, kami mendengarkan perempuan dan bertindak dengan tujuan, karena perempuan dan anak perempuan yang lebih sehat akan memperkuat masyarakat—dan kami bangga menjadi mitra dalam menciptakan dampak positif yang nyata,” jelas Andreas.
Presiden Direktur Organon Indonesia Daniel menambahkan banyak perempuan di Indonesia masih kekurangan akses terhadap layanan kesehatan seksual dan reproduksi yang penting.
“Termasuk kebutuhan kontrasepsi yang belum terpenuhi serta kesenjangan dalam perawatan ibu dan bayi baru lahir,” kata Daniel.
Kondisi itu, kata Daniel, menggarisbawahi kebutuhan mendesak akan akses yang merata dan pilihan yang lebih luas.
“Sehingga perempuan Indonesia dapat memegang peranan penuh atas kehidupan reproduksi mereka,” ujar Daniel.
Salah satu penerima hibah tahun ini, Hassan Mohtashami, Kepala Perwakilan UNFPA di Indonesia, mengatakan dukungan ini merupakan investasi yang kuat dalam inti mandat UNFPA tentang akses yang setara terhadap kesehatan seksual dan reproduksi.
Dia menilai Her Health Grant Organon untuk Proyek REACH membantu memastikan bahwa setiap perempuan memiliki akses yang setara terhadap informasi, layanan, dan pilihan yang dibutuhkan untuk membuat keputusan tentang kesehatan reproduksinya.
“Dukungan ini memperkuat komitmen kami untuk memperluas perawatan berbasis hak yang berkualitas tinggi dan memastikan bahwa tidak ada perempuan yang tertinggal,” ujar Hassan Mohtashami.
Adapun Organon berfokus pada penanganan kebutuhan kesehatan yang secara unik, tidak proporsional, atau yang berbeda dalam memengaruhi perempuan, sambil memperluas akses ke perawatan esensial di lebih dari 140 pasar.
Berkantor pusat di Jersey City, New Jersey, Amerika Serikat, Organon berkomitmen untuk memajukan akses, keterjangkauan, dan inovasi dalam layanan kesehatan.(mcr10/jpnn)
Redaktur & Reporter : Elvi Robiatul




