Pantau - Kementerian Luar Negeri RI menyatakan fokus utama KTT ke-48 ASEAN 2026 adalah mengatasi dampak konflik global, khususnya konflik di Timur Tengah, terhadap ketahanan energi, pangan, dan stabilitas ekonomi di kawasan Asia Tenggara.
Fokus Ketahanan Kawasan Jadi Agenda UtamaDirektur Jenderal Kerja Sama ASEAN Kemlu RI Ina Hagniningtyas Krisnamurthi mengatakan isu utama yang dibahas dalam pertemuan tersebut berkaitan dengan dampak langsung konflik global terhadap sektor strategis kawasan.
"Jadi, yang dibahas akhirnya adalah ketahanan energi, ketahanan pangan, stabilitas ekonomi di seluruh kawasan," ungkapnya.
Ia menambahkan Filipina sebagai ketua ASEAN 2026 akan mengundang Presiden Asian Development Bank Masato Kanda untuk memberikan paparan terkait kondisi ekonomi global terkini.
Menteri Luar Negeri RI Sugiono dijadwalkan menghadiri sejumlah forum utama seperti ASEAN Foreign Ministerial Meeting, ASEAN Political Security Community, dan ASEAN Coordinating Council.
Filipina juga akan menyelenggarakan pertemuan gabungan antara ASEAN Foreign Ministerial Meeting dan ASEAN Economic Ministerial Meeting sebagai langkah strategis merespons dinamika global.
"KTT ini ditargetkan menghasilkan sekitar 24 outcome documents, tetapi yang paling penting adalah dokumen yang akan di-highlight oleh Filipina, yaitu dokumen kaitan dengan menjaga stabilitas dan ketahanan kawasan, khususnya di bidang ekonomi pembangunan," ujar Ina.
Kehadiran Pemimpin dan Isu MyanmarJuru Bicara Kemlu RI Yvonne Mewengkang menyampaikan Presiden RI Prabowo Subianto diundang menghadiri agenda utama, termasuk ASEAN Plenary dan Retreat Session.
Ia menegaskan fokus KTT juga mencakup respons terhadap dampak konflik antara Iran dan Amerika Serikat terhadap ketahanan energi dan pangan di Asia Tenggara.
Terkait keikutsertaan Myanmar, Ina menjelaskan bahwa negara tersebut tetap diundang namun diwakili oleh pejabat non-politis sesuai kesepakatan sebelumnya.
"Seluruh negara ASEAN akan diundang dan mengenai kehadiran masih mengikuti rules and procedures yang sebelumnya, yaitu 10 negara pada tingkat leaders, dan sementara Myanmar akan ikut tetapi dihadiri oleh pejabat non-politis," jelasnya.
Pemerintah Indonesia menjadikan isu ketahanan energi sebagai prioritas utama guna memastikan respons ASEAN berjalan efektif di tengah tekanan global.
KTT ke-48 ASEAN akan diselenggarakan di Cebu, Filipina pada 7–8 Mei 2026 dengan tema "Navigating Our Future Together".




