Wall Street Menguat, Didorong Moncernya Laporan Keuangan Perusahaan di AS

kumparan.com
10 jam lalu
Cover Berita

Indeks saham Amerika Serikat (AS) atau Wall Street ditutup menguat pada perdagangan Kamis (30/4). Hal ini terjadi seiring kuatnya kinerja laba perusahaan yang mampu mengimbangi guncangan pasokan minyak akibat perang di Iran.

Dikutip dari Reuters Jumat (1/5), Indeks Dow Jones Industrial Average naik 790,33 poin atau 1,62 persen menjadi 49.652,14, S&P 500 naik 73,05 poin atau 1,02 persen menjadi 7.209,00, dan Nasdaq Composite naik 219,07 poin atau 0,89 persen menjadi 24.892,31.

S&P 500 mencatat kenaikan persentase bulanan terbesar sejak November 2020. Sementara kenaikan bulanan Nasdaq merupakan yang terbesar sejak April 2020 dan kenaikan bulanan Dow merupakan yang terbesar sejak November 2024.

“Banyak data ekonomi yang menenangkan kekhawatiran investor. Selain itu, ada kinerja laba yang cukup baik dari berbagai perusahaan, dan kita melihat hal itu semakin meluas hari ini. Selama belum ada perubahan pada dinamika pasar maupun ekonomi, momentum masih berada di sisi bullish,” kata Paul Nolte, penasihat kekayaan senior sekaligus ahli strategi pasar di Murphy & Sylvest di Elmhurst, Illinois.

Saham sektor industri didorong oleh saham Caterpillar yang memimpin penguatan Dow Jones Industrial. Sementara sektor teknologi membatasi kenaikan Nasdaq setelah serangkaian laporan keuangan perusahaan besar dirilis pada Rabu malam.

Empat perhsahaan anggota kelompok Magnificent Seven yakni Alphabet, Amazon, Meta Platforms, dan Microsoft yang terkait kecerdasan buatan atau AI juga sudah melaporkan kinerja mereka

Saham Alphabet melonjak 10,0 persen setelah melaporkan kuartal rekor untuk unit cloud-nya, sementara Amazon naik 0,8 persen. Meta dan Microsoft masing-masing turun 8,7 persen dan 3,9 persen akibat kekhawatiran terkait belanja kecerdasan buatan. Sedangkan Apple dan anggota lain dari Magnificent Seven dijadwalkan segera melaporkan kinerjanya

Jumlah saham yang naik mengungguli yang turun dengan rasio 4,1 banding 1 di NYSE. Terdapat 465 saham mencetak level tertinggi baru dan 56 mencapai level terendah baru.

Di Nasdaq, 3.497 saham naik dan 1.251 turun, dengan rasio saham naik terhadap turun sebesar 2,8 banding 1.

S&P 500 mencatat 37 saham mencapai level tertinggi 52 minggu dan 15 terendah, sementara Nasdaq Composite mencatat 114 tertinggi baru dan 98 terendah baru. Volume perdagangan di bursa AS mencapai 16,96 miliar saham, dibandingkan rata-rata 17,73 miliar saham dalam 20 hari perdagangan terakhir.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Dorong UMKM Naik Kelas, LPPOM Fasilitasi Sertifikasi dan Kuatkan Rantai Pasok Halal dari Hulu
• 20 jam laludisway.id
thumb
Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur, Desak Segera Menyerah | SAPA MALAM
• 20 jam lalukompas.tv
thumb
Danantara bidik Danareksa kelola aset hingga Rp185 triliun
• 11 jam laluantaranews.com
thumb
Hari Buruh 2026, Prabowo Joget dan Lempar Topi ke Massa
• 7 jam lalujpnn.com
thumb
10 Negara dengan Konsumsi Batu Bara Terbesar, Ternyata AS Rakus!
• 1 jam lalucnbcindonesia.com
Berhasil disimpan.