JAKARTA, KOMPAS.com - Kebakaran melanda Apartemen Mediterania Tanjung Duren, Grogol Petamburan, Jakarta Barat, pada Kamis (30/4/2026) pagi.
Peristiwa ini sempat memicu kepanikan penghuni apartemen, terutama di Tower C, akibat asap tebal yang merambat hingga puluhan lantai.
Sedikitnya 10 unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan ke lokasi yang berada tepat di depan kantor Sudin Gulkarmat Jakarta Barat.
Kronologi dan Sumber Api Diduga dari Panel ListrikSalah seorang pekerja ritel di apartemen, Abdul, mengatakan bahwa kebakaran terjadi pada pukul 07.15 WIB.
Baca juga: Aturan Baru: Perusahaan yang Langgar Batasan Outsourcing Bakal Disanksi!
"Jadi kan kami sudah mulai masuk jam 07.00 WIB tuh, terus tadi terjadinya (kebakaran) jam 07.15 WIB gitu," kata Abdul kepada Kompas.com di lokasi, Kamis.
Abdul menyebut, saat kebakaran terjadi, penghuni apartemen langsung berhamburan ke luar untuk menyelamatkan diri.
"Jadi pada lari ke luar semua, tadi evakuasi sama Damkar juga," kata Abdul.
Anggi menyebut, setelah sistem membaca adanya api, tim keamanan pengelola apartemen langsung turun untuk melakukan pemadaman mandiri.
"Kondisi awal kejadian kurang lebih di setengah delapan pagi. Di dalam MCFA kami itu memang mengidentifikasikan adanya kebakaran. Tim kami langsung menuju lokasi untuk melakukan pemadaman," jelas Anggi kepada wartawan di sekitar lokasi kejadian, Kamis.
Api kemudian berhasil dilokalisir pukul 09.25 WIB setelah kurang lebih satu jam sejak laporan pertama.
Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Twedi Aditya mengatakan, tantangan utama dalam peristiwa ini bukan lagi api, melainkan asap yang merambat hingga ke lantai 33.
Ia menegaskan tidak ada unit hunian yang terbakar langsung. Titik api diduga berasal dari panel listrik di area basement gedung.
"Api tersebut dapat segera dipadamkan. Namun, asap sudah terlanjur mengepul dan masuk ke rongga jalur kabel, sehingga merambat ke ruangan di lantai-lantai atas dan unit-unit," ujar dia.
Baca juga: 24.980 Personel Gabungan Kawal Peringatan Hari Buruh 2026 di Jakarta
Senada, Kepala Pelaksana BPBD Provinsi DKI Jakarta Isnawa Adji juga membenarkan bahwa kebakaran diduga berasal dari korsleting di panel listrik di basement.
"Menurut keterangan Bapak Ajis, petugas safety apartemen, telah terjadi korsleting listrik di bagian panel lantai 1 basement. Kemudian. alarm pemadam berbunyi dan petugas melaporkan ke pemadam terdekat," ucap Isnawa.
Evakuasi dan Penyelamatan Berlangsung Berjam-jamProses evakuasi berlangsung berjam-jam dengan petugas menyisir unit-unit hunian untuk memastikan tidak ada warga tertinggal.
Seorang petugas bahkan melakukan panggilan video dengan penghuni yang masih terjebak untuk memberikan arahan evakuasi.
Salah satu momen dramatis terjadi ketika seorang penghuni yang terjebak bersama anaknya mengirim pesan darurat melalui tulisan di selembar baju yang dilempar dari jendela.
"Tower C 33 GK, 2 orang, Iwan + Bayi," isi tulisan di baju tersebut.
Petugas Sudin Gulkarmat Jakarta Barat, Seman Riyadi, membenarkan adanya permintaan evakuasi tersebut.
"Dia ngasih pesan, lewat baju itu dia minta evakuasi, maksudnya dia di lantai 23, ruang nomor 33 Tower C di GK ya, dia panik karena ada bayinya," ucap Seman.





