Tren Kasus Bunuh Diri Tentara Israel Meningkat, Diduga Dipicu PTSD akibat Perang Berkepanjangan

viva.co.id
13 jam lalu
Cover Berita

VIVA –Sebuah laporan menyebut militer Israel tengah menghadapi peningkatan kasus bunuh diri di kalangan tentara yang terus terjadi dan kian menghawatirkan. Tren peningkatan kasus bunuh diri ini dikaitakan dengan meluasnya gangguan stress pascatrauma atau PTSD yang dipicu oleh operasi militer berkepanjangan dan berulang di berbagai wilayah konflik.

Dalam data yang dipublikasikan oleh Haaretz, tahun ini hampir 10 tentara dilaporkan mengakhiri hidupnya dalam beberapa pekan terakhir. Sementara itu, pada April kemarin setidaknya ada enak tentara aktif dan tiga tentara cadangan yanng sudah tidak bertugas meninggal karena bunuh diri.

Baca Juga :
Trump Minta Netanyahu Lakukan Serangan Terarah ke Lebanon, Jangan Sporadis
Israel Sergap Kapal Relawan Global Sumud Ribuan Mil dari Perairan Gaza

“Setidaknya 10 tentara aktif telah meninggal karena bunuh diri sejak awal tahun, termasuk enam pada bulan April. Tiga tentara lain yang bertugas sebagai cadangan selama perang juga meninggal karena bunuh diri bulan April meski sudah tidak lagi aktif. Dua petugas polisi, termasuk satu anggota Polisi Perbatasan wajib militer, juga meninggal karena bunuh diri bulan April kemarin,” tulis Haaretz, dikutip dari laman presstv.ir, Jumat 1 Mei 2026.

Sebelumnya pada awal tahun ini, media tersebut mencatat total 22 kasus bunuh diri tentara sepanjang 2025. Angka ini tercatat paling tinggi dalam 15 tahun terakhir.

Tren ini semakin meningkat setelah 7 Oktober 2023, saat Israel melancarkan serangan besar-besaran terhadap warga sipil Palestina di Jalur Gaza. Sejak itu, agresi militer Israel mulai dari Gaza hingga Lebanon dan Suriah memperparah krisis kesehatan mental di dalam tubuh militer.

Meski skala krisisnya besar, laporan tersebut menyebut militer Israel justru mengurangi dukungan kesehatan mental bagi tentara. Hal ini bertolak belakang dengan klaim yang disampaikan pemerintah setempat ke publik. Sesi evaluasi psikologis wajib bagi tentara cadangan bahkan dihentikan pada Februari.

“Setelah perang dengan Iran dan peningkatan anggaran militer, pihak militer memutuskan untuk mengembalikan sesi evaluasi tersebut, meski tidak dilakukan secara menyeluruh,” tulis laporan itu.

Meski demikian, Haaretz juga mendokumentasikan sejumlah kasus tentara Israel di perbatasan Lebanon dan wilayah Tepi Barat dipulangkan dalam beberapa pekan terakhir tanpa sempat mendapatkan penanganan dari tenaga profesional kesehatan mental.

Baca Juga :
Telepon 90 Menit dengan Trump, Putin Peringatkan Dampak Besar Jika AS Serang Iran
Iran Ancam Gunakan Senjata Baru, Disebut Bikin AS-Israel 'Kena Serangan Jantung'
Ukraina Ancam Bakal Beri Sanksi ke Israel, Ada Apa Sebenarnya?

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Libur Panjang May Day, Arus Kendaraan Masuk Bandung via Tol Pasteur Macet
• 5 jam lalurctiplus.com
thumb
MAB Gandeng Runhorse EV Kembangkan Kendaraan Listrik di Indonesia
• 10 jam lalumedcom.id
thumb
Muhadjir Effendy Tegaskan War Tiket Haji Masih Sekadar Wacana, Belum Ada Bahasan Resmi
• 22 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Setelah Pertemuan 3 Jam, AC Milan Putuskan akan Beli Striker Arsenal Gabriel Jesus
• 6 jam laluharianfajar
thumb
Kronologi Mobil Tertemper KA Argo Bromo Anggrek di Grobogan yang Sebabkan 4 Orang Meninggal
• 3 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.