Harga Emas Rebound di Tengah Pelemahan Dolar dan Minyak

idxchannel.com
13 jam lalu
Cover Berita

Harga emas dunia naik pada Kamis (30/4/2026) didorong pelemahan dolar Amerika Serikat dan meredanya harga minyak.

Harga Emas Rebound di Tengah Pelemahan Dolar dan Minyak. (Foto: Freepik)

IDXChannel - Harga emas dunia naik pada Kamis (30/4/2026) didorong pelemahan dolar Amerika Serikat dan meredanya harga minyak.

Namun, logam mulia tersebut masih berada di jalur penurunan bulanan kedua berturut-turut seiring kekhawatiran inflasi di tengah perang Iran yang membayangi prospek penurunan suku bunga.

Baca Juga:
Harga Minyak Merosot usai Sentuh Level Tertinggi 4 Tahun

Emas spot naik 1,7 persen ke USD4.618,67 per troy ons, setelah sempat menyentuh level terendah satu bulan pada Rabu.

Direktur Perdagangan Logam High Ridge Futures, David Meger, mengatakan, dikutip Reuters, perlambatan kenaikan harga energi serta pelemahan dolar memberi dorongan bagi pasar emas pada Kamis, dengan perhatian besar tertuju pada ekspektasi suku bunga Federal Reserve (The Fed).

Baca Juga:
IHSG Melemah 2,42 Persen ke 6.956 Pekan Ini, Net Sell Asing Capai Rp49,8 Triliun

Dolar melemah setelah Jepang melakukan intervensi untuk menopang yen, yang menjadi intervensi resmi pertama dalam hampir dua tahun.

Pelemahan dolar membuat logam yang dihargakan dalam greenback menjadi lebih terjangkau bagi pemegang mata uang lain.

Baca Juga:
Wall Street Ditutup Menguat dengan S&P 500 Tembus 7.200 Pertama Kali Sepanjang Sejarah

Harga minyak global melemah setelah sempat menyentuh level tertinggi empat tahun pada sesi sebelumnya. Lonjakan harga energi sebelumnya memicu kekhawatiran inflasi dan mengaburkan arah kebijakan penurunan suku bunga bank sentral.

Secara bulanan, emas spot telah turun lebih dari 1 persen sepanjang bulan ini. Meski dikenal sebagai lindung nilai terhadap inflasi dan ketidakpastian, suku bunga yang lebih tinggi cenderung mengurangi daya tarik emas karena aset berbunga menjadi relatif lebih menarik.

The Fed pada Rabu mempertahankan suku bunga, namun meningkatkan kewaspadaan terhadap inflasi.

Sementara itu, Bank of England (BOE) juga menahan suku bunga dan memaparkan sejumlah skenario dampak ekonomi dari perang Iran, salah satunya berpotensi memerlukan kenaikan biaya pinjaman secara "agresif".

Data menunjukkan Indeks Harga Pengeluaran Konsumsi Pribadi (PCE) AS naik 0,7 persen bulan lalu, kenaikan terbesar sejak Juni 2022, dan sejalan dengan perkiraan ekonom.

Analis Citi menyebut tekanan jual terhadap emas masih kuat dalam jangka sangat pendek akibat ketidakpastian di Timur Tengah, namun logam ini diperkirakan kembali menarik sebagai aset safe haven.

Citi mempertahankan target harga emas di USD4.300 untuk tiga bulan ke depan dan USD5.000 untuk periode 6 hingga 12 bulan.

Sementara itu, porsi emas dalam cadangan devisa India meningkat menjadi 16,7 persen pada akhir Maret.

Di pasar logam lainnya, perak spot naik hampir 3 persen ke USD73,59. Platinum menguat 5,3 persen ke USD1.980,13, dan paladium naik 4,9 persen ke USD1.529,45. (Aldo Fernando)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Ribuan Motor dan Puluhan Bus Menuju Monas Hadiri Hari Buruh, Lalu Lintas Macet Parah!
• 13 jam laluokezone.com
thumb
BRI Super League: Kata-kata Pelatih Bhayangkara FC usai Kena Comeback Menyakitkan dari Persib
• 7 jam lalubola.com
thumb
BRI Super League: Berbekal Segudang Rekor Positif di Kandang, Pelatih Persijap Kirim Teror untuk Persija
• 2 jam lalubola.com
thumb
Roblox Patuhi PP Tunas, Batasi Fitur Chat dan Terapkan Klasifikasi Game Sesuai Usia
• 4 jam laluidxchannel.com
thumb
Driver Ojol Wanita Ikut May Day di Monas, Curhat Potongan Aplikator Bisa 40%
• 5 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.