FAJAR, TORAJA — Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Toraja resmi memperkuat sinergi dengan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Toraja Utara dalam mendorong pengawasan pemilu partisipatif.
Komitmen tersebut ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) yang berlangsung di Kedai Inggii, Rantepao, Kamis malam, 30 April.
Penandatanganan dilakukan di sela-sela diskusi tematik yang digelar PMKRI. Momentum ini menjadi tonggak baru keterlibatan kaum muda dalam menjaga integritas proses demokrasi di daerah.
Ketua PMKRI Cabang Toraja, Imanuel, menegaskan kerja sama ini merupakan wujud nyata komitmen organisasi yang berlandaskan Pancasila.
Menurutnya, mahasiswa memiliki tanggung jawab moral untuk mengawal setiap tahapan demokrasi agar tetap berjalan adil dan transparan.
“Langkah ini menunjukkan keseriusan PMKRI untuk terlibat aktif dalam pengawasan partisipatif. Kami ingin memastikan suara rakyat dijaga dengan integritas tinggi melalui kolaborasi bersama Bawaslu,” ujar Imanuel.
Sementara itu, Ketua Bawaslu Kabupaten Toraja Utara, Brikken Linde Bonting, menilai kolaborasi ini sebagai langkah strategis dalam memperluas jangkauan pengawasan pemilu. Ia menekankan pentingnya peran mahasiswa dalam meningkatkan kualitas demokrasi.
“Pelibatan mahasiswa adalah kunci untuk meningkatkan kualitas demokrasi. Kami berharap kolaborasi lintas sektor ini terus berkelanjutan, sehingga pengawasan pemilu ke depan semakin berkualitas,” kata Brikken.
Kerja sama ini tidak berhenti pada seremoni semata. PMKRI dan Bawaslu Toraja Utara berkomitmen membangun kolaborasi jangka panjang, terutama dalam mempersiapkan pengawasan menjelang Pemilu serentak 2029.
Melalui kemitraan ini, kedua pihak optimistis mampu menciptakan iklim politik yang lebih bersih, transparan, dan edukatif bagi masyarakat di Toraja Utara. (edy)





