Grid.ID - Kabar keterlibatan Ariel NOAH sebagai pemeran utama dalam film Dilan ITB 1997 langsung memicu beragam reaksi dari para penggemar. Sosok yang selama ini dikenal sebagai vokalis band NOAH itu dinilai membawa warna baru, sekaligus menimbulkan rasa penasaran karena ini menjadi salah satu langkah besar dalam perjalanan karier aktingnya.
Bagi para penggemar setianya, kehadiran Ariel di layar lebar justru menjadi kabar yang menggembirakan. Terlebih, dalam beberapa tahun terakhir, aktivitas manggung NOAH memang berkurang. Ariel sendiri mengakui bahwa antusiasme tersebut cukup terasa dari respons yang ia terima.
"Mereka seneng karena kan lagi libur manggung nih, sudah hampir tiga tahun ya. Jadi ada media lain buat bisa ketemu," ujar Ariel NOAH di kawasan Senayan, Jakarta Pusat pada Kamis (30/4/2026) malam.
Tak hanya soal kehadirannya, Ariel juga menilai proyek ini menarik karena digarap oleh tim yang berpengalaman. Ia melihat kesempatan ini sebagai ajang pembuktian sekaligus pembelajaran di dunia seni peran.
"Dan kebetulan di film yang bagus dan sama orang-orang yang sudah profesional semua. Jadi sekaligus melihat gua pertama kali main film, sekaligus melihat yang lain juga mainnya bagus-bagus," sambungnya.
Meski begitu, Ariel tidak menampik adanya tekanan saat memerankan tokoh yang sudah melekat kuat di benak publik. Karakter Dilan sendiri dikenal sebagai sosok ikonik dalam budaya populer Indonesia, sehingga setiap aktor yang memerankannya pasti akan dibandingkan dengan versi sebelumnya.
"Kalau beban itu pasti ada. Cuman ya namanya juga kalau kita meranin satu tokoh yang sudah ikonik dan diganti-ganti, itu risikonya pasti ada," kata Ariel.
Menariknya, Ariel menunjukkan sikap terbuka terhadap berbagai tanggapan publik, baik yang positif maupun negatif. Ia menyadari bahwa ketika sebuah karya sudah dilempar ke publik, maka sepenuhnya menjadi milik penonton.
"Cuma itu kan nggak bisa dicegah, itu milik mereka. Begitu penulisnya melempar itu ke publik, dia milik publik. Jadi apa pun pendapat publik kita dengerin aja. Yang penting kita sudah berusaha 100%," jelas Ariel.
Di balik tekanan tersebut, dukungan dari para rekan sesama pemain menjadi faktor penting yang membantu Ariel beradaptasi. Ia menyebut nama-nama seperti Raline Shah, Niken Anjani, hingga Rangga Nattra yang disebutnya turut memberikan semangat selama proses syuting.
"Awalnya iya, cuma karena teman-temannya dari Raline, Niken, ada Rangga, semuanya, Bunda itu semuanya pada jagain. Istilahnya kasih support, kasih tahu A, B, C, D. Jadi pressure-nya hilang, nervous-nya hilang," katanya.
Sementara itu, Dilan ITB 1997 merupakan kelanjutan kisah dari semesta cerita Dilan yang populer di kalangan penonton Indonesia. Film ini membawa penonton ke fase kehidupan Dilan yang lebih dewasa, saat ia menempuh pendidikan di Institut Teknologi Bandung pada akhir 1990-an.
Cerita berfokus pada perjalanan Dilan sebagai mahasiswa yang mulai menghadapi realitas hidup yang lebih kompleks dibanding masa SMA. Jika sebelumnya ia dikenal sebagai sosok romantis dan nyeleneh, di fase ini Dilan dihadapkan pada pilihan-pilihan penting yang akan menentukan masa depannya.
Latar tahun 1997 juga memberi nuansa berbeda, di mana kondisi sosial dan dinamika mahasiswa saat itu turut memengaruhi perjalanan hidup Dilan. Ia tak hanya bergulat dengan urusan akademik, tetapi juga pertemanan, idealisme, hingga kisah cinta yang kembali hadir dalam bentuk yang lebih matang.
Dalam film ini, penonton akan melihat bagaimana Dilan beradaptasi dengan lingkungan kampus, membangun relasi baru, serta menghadapi konflik batin yang lebih dalam. Sosoknya yang khas tetap dipertahankan, namun dengan perkembangan karakter yang menunjukkan kedewasaan.
Dilan ITB 1997 menghadirkan kombinasi drama, romansa, dan potret kehidupan mahasiswa era 90-an, sekaligus menjadi babak baru dalam perjalanan karakter Dilan yang telah dikenal luas oleh publik. Sementara itu, film Dilan ITB 1997 resmi tayang pada 30 April 2026 di bioskop. (*)
Artikel Asli




