Jakarta: Polda Sumatra Selatan (Sumsel) mengerahkan 3.432 personel untuk mengamankan Hari Buruh Internasional (May Day) di wilayah hukum Sumsel. Pengerahan ribuan personel ini untuk memastikan kegiatan buruh berjalan aman dan lancar.
Adapun, 3.432 personel itu terdiri atas 664 personel satuan kerja Polda Sumsel dan 2.768 personel dari Polrestabes serta Polres jajaran. Sinergitas pengamanan ini juga diperkuat oleh dukungan dari unsur TNI dan pemerintah daerah.
"Dalam pengamanan ini, Polda Sumsel juga di-backup oleh 800 personel dari TNI dan 200 personel dari Pemerintah Daerah serta stakeholder terkait," kata Karoops Polda Sumsel, Kombes Pol Muhammad Anis Prasetio Santoso, dalam keterangannya, Jumat, 1 Mei 2026.
Baca Juga :
Kawal Aspirasi May Day 2026, Polda Metro Kerahkan 6.678 Personel GabunganPolda Sumsel memastikan pengamanan yang dilakukan mengedepankan sisi humanis. Kepolisian hadir bukan sekadar sebagai penjaga keamanan, melainkan sebagai pelayan yang memberikan pengayoman penuh bagi para buruh dalam menyuarakan hak-hak konstitusionalnya.
"Pendekatan persuasif dan dialogis menjadi instrumen utama di lapangan untuk menjembatani komunikasi yang harmonis antara massa aksi dan petugas," ujar Anis.
Apel persiapan pengamanan demonstrasi buruh di Polda Sumsel. Foto: Istimewa.
?Anis mengatakan prinsip utama yang dipegang teguh adalah tidak ada kata libur dalam pekerjaan kepolisian yang melayani masyarakat. Personel akan tetap bersiaga memberikan pelayanan terbaik hingga seluruh rangkaian peringatan Hari Buruh ini benar-benar berakhir dengan sejuk dan tanpa gangguan Kamtibmas.
?Upaya ini menjadi bukti nyata komitmen Polda Sumsel dalam menjaga muruah demokrasi, di mana aspirasi rakyat dihormati setinggi mungkin dalam koridor keamanan yang kokoh. Kepolisian memastikan setiap denyut aktivitas masyarakat di Sumatra Selatan tetap berjalan normal, mencerminkan sinergi yang kuat antara aparat, pemerintah, dan elemen buruh demi menjaga stabilitas Bumi Sriwijaya.




