Industri Sarang Walet Minta Reformasi Usai Reshuffle Kabinet Merah Putih

eranasional.com
9 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, ERANASIONAL.COM – Langkah Prabowo Subianto melakukan perombakan jajaran Kabinet Merah Putih kembali menuai perhatian publik, khususnya dari kalangan pelaku usaha dan petani di sektor sarang burung walet. Reshuffle yang disebut sebagai bagian dari upaya memperkuat kinerja pemerintahan di tengah dinamika ekonomi global ini dinilai sebagai sinyal bahwa negara berupaya hadir menjawab berbagai persoalan di lapangan.

Salah satu perubahan yang menjadi sorotan adalah penunjukan Abdul Kadir Karding sebagai Kepala Badan Karantina. Figur yang berasal dari Partai Kebangkitan Bangsa tersebut diharapkan mampu membawa pembaruan dalam sistem pengawasan dan tata kelola karantina nasional, terutama yang berkaitan dengan aktivitas ekspor komoditas unggulan Indonesia.

Pembina Perkumpulan Petani Sarang Walet Nusantara, Benny Hutapea, menyampaikan bahwa keputusan ini memberikan harapan baru bagi pelaku industri sarang burung walet. Ia menilai kepemimpinan baru di lembaga karantina sangat penting untuk menciptakan iklim usaha yang lebih sehat dan transparan. Dalam keterangannya di Jakarta pada Jumat, 1 Mei 2026, Benny menekankan perlunya kepastian regulasi yang selama ini dinilai masih tumpang tindih antar lembaga.

Menurut Benny, sektor sarang burung walet memiliki potensi besar sebagai penyumbang devisa negara, namun masih menghadapi berbagai kendala struktural. Ia menyebut bahwa selama ini terdapat persoalan koordinasi antar instansi yang belum berjalan optimal, sehingga berdampak pada lambatnya proses ekspor serta menurunnya daya saing produk Indonesia di pasar global.

Ia juga mengungkapkan telah menyusun kajian yang membahas urgensi pembenahan di tubuh Badan Karantina Nasional atau Barantin. Dalam kajian tersebut, disebutkan bahwa lembaga tersebut dinilai belum maksimal dalam menghadapi tekanan dari otoritas negara tujuan ekspor yang kerap memberlakukan pembatasan terhadap produk sarang burung walet asal Indonesia. Kondisi ini, menurutnya, membuat pelaku usaha mengalami kesulitan dalam menembus pasar internasional.

Lebih lanjut, Benny menyoroti adanya kecenderungan ego sektoral dalam tubuh lembaga yang berwenang, yang menghambat sinergi antar kementerian dan lembaga. Ia menilai bahwa koordinasi yang lemah serta kurangnya diplomasi perdagangan menjadi faktor yang memperburuk kondisi industri. Padahal, dengan potensi produksi yang besar, Indonesia seharusnya memiliki posisi tawar yang kuat dalam perdagangan global sarang burung walet.

Ia menjelaskan bahwa Indonesia selama ini dikenal sebagai produsen utama sarang burung walet dunia, dengan kontribusi mencapai sekitar 80 persen dari total produksi global. Sejak ratusan tahun lalu, komoditas ini telah menjadi salah satu produk bernilai tinggi yang diminati pasar internasional, terutama di kawasan Asia Timur. Namun dalam beberapa tahun terakhir, nilai dan volume ekspor mengalami penurunan yang signifikan.

Benny juga menyinggung adanya praktik yang diduga mengarah pada monopoli dalam tata kelola ekspor, yang berdampak pada terbatasnya akses pelaku usaha kecil dan menengah. Selain itu, ia mengungkapkan adanya fenomena pengalihan ekspor yang berujung pada meningkatnya aktivitas ekspor ilegal. Diperkirakan, volume ekspor ilegal sarang burung walet mencapai ribuan ton setiap tahun, yang berpotensi merugikan negara hingga puluhan triliun rupiah.

Kondisi tersebut, menurutnya, menjadi alarm serius bagi pemerintah untuk segera melakukan pembenahan menyeluruh. Ia berharap kepemimpinan baru di Badan Karantina dapat membawa perubahan nyata, terutama dalam hal transparansi, akuntabilitas, serta keberpihakan terhadap pelaku usaha dalam negeri.

Benny juga menekankan pentingnya memperkuat koordinasi lintas sektor, termasuk dengan kementerian terkait seperti Kementerian Pertanian dan Kementerian Kelautan dan Perikanan. Ia menilai bahwa pendekatan kolaboratif sangat dibutuhkan untuk menciptakan sistem yang lebih terintegrasi dan responsif terhadap kebutuhan industri.

Di sisi lain, ia menyampaikan bahwa para petani dan pengusaha sarang burung walet di berbagai daerah sangat mengharapkan kehadiran pemerintah yang lebih aktif dalam mendukung sektor ini. Mereka menginginkan kebijakan yang tidak hanya berpihak pada peningkatan ekspor, tetapi juga memberikan perlindungan terhadap pelaku usaha dari praktik-praktik yang merugikan.

Menurut Benny, diplomasi perdagangan juga harus diperkuat agar Indonesia dapat mempertahankan posisinya sebagai pemain utama di pasar global. Ia optimistis bahwa dengan kepemimpinan yang tegas dan berpengaruh, sektor sarang burung walet dapat kembali tumbuh dan memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian nasional.

Langkah reshuffle yang dilakukan oleh Prabowo Subianto dinilai sebagai momentum penting untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja lembaga-lembaga strategis. Dukungan dari akar rumput, termasuk dari komunitas petani dan pelaku usaha, menjadi indikator bahwa masyarakat menaruh harapan besar terhadap perubahan yang lebih baik.

Dengan berbagai tantangan yang dihadapi, mulai dari regulasi hingga persaingan global, sektor sarang burung walet membutuhkan perhatian serius dan kebijakan yang tepat sasaran. Pemerintah diharapkan mampu menjawab harapan tersebut melalui langkah-langkah konkret yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

Ke depan, keberhasilan reformasi di sektor ini tidak hanya akan berdampak pada peningkatan ekspor, tetapi juga pada kesejahteraan petani dan pelaku usaha di dalam negeri. Dengan sinergi yang kuat antara pemerintah dan masyarakat, industri sarang burung walet Indonesia memiliki peluang besar untuk kembali bangkit dan menjadi salah satu pilar ekonomi nasional.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
20 Tahun Dinanti, The Devil Wears Prada 2 Bawa Drama Baru yang Lebih Panas!
• 23 jam laluviva.co.id
thumb
Momen Prabowo Lepas dan Lempar Baju Safari Miliknya untuk Buruh
• 10 jam lalurctiplus.com
thumb
Bupati Luwu Ingin Komoditas Kakao Berjaya Kembali
• 3 jam laluharianfajar
thumb
Mr. D.I.Y. (MDIY) Masuk Jadi Investor Non Pengendali di KKV
• 3 jam lalubisnis.com
thumb
Momen Prabowo Joget Bersama Buruh saat Tipe-X Bawakan Lagu “Kamu Nggak Sendiri”
• 10 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.