Departemen Kehakiman AS merilis rekaman video pria yang dituduh mencoba membunuh Presiden Donald Trump saat ia menerobos pos pemeriksaan keamanan hotel dan menembak seorang petugas Secret Service. Dalam rekaman itu disebutkan pria tersebut mencoba mengintai area lokasi.
Dilansir AFP, Jumat (1/5/2026), jaksa AS untuk Distrik Columbia, Jeanine Pirro, mengatakan rekaman keamanan menunjukkan tersangka Cole Allen "mengintai area" di Washington Hilton pada hari sebelum serangan hari Sabtu di sebuah acara media tahunan di ibu kota.
Video berdurasi hampir enam menit itu menampilkan beberapa cuplikan seorang pria berjalan bolak-balik di koridor, dan melalui pusat kebugaran.
Lebih lanjut terdapat cuplikan video yang lebih dramatis menunjukkan pria itu, membawa apa yang tampak seperti senjata laras panjang, menerobos pos pemeriksaan keamanan melewati polisi berseragam dan agen berjas.
Pirro mengatakan video tersebut menunjukkan "Cole Allen menembak seorang petugas Secret Service AS selama upayanya untuk membunuh Presiden di acara White House Correspondents' Dinner."
"Tidak ada bukti bahwa penembakan itu merupakan akibat dari tembakan salah sasaran," katanya. Ia menambahkan, video tersebut telah diberikan kepada Pengadilan Distrik AS.
Rekaman tersebut tampaknya menunjukkan seorang agen Secret Service melepaskan tembakan tiga kali ke arah penyerang, meskipun polisi telah menekankan bahwa Allen tidak tertembak selama serangan tersebut.
Selanjutnya, dalam klip gerakan lambat yang dirilis oleh Departemen Kehakiman, lingkaran putih ditempatkan di sekitar senjata seorang agen pada tiga momen di mana semburan api terlihat dari senjata tersebut.
Sebelumnya, Cole Tomas Allen (31) ditangkap dan ditahan dalam perkelahian yang keos dengan petugas keamanan. Tembakan dilepaskan tetapi tidak ada yang tewas.
Penangkapannya tidak ditampilkan dalam video yang dirilis Kamis. Dalam video tersebut tidak jelas dari rekaman tersebut siapa yang tertembak.
Allen, warga asal negara bagian California, didakwa di pengadilan pada hari Senin karena mencoba membunuh presiden Republik tersebut. Ia terancam hukuman penjara seumur hidup jika terbukti bersalah.
(yld/gbr)





